Pendapatan Energi Mega (ENRG) Turun tapi Laba Naik, Proyeksi di 2024 Disebut
JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan laba bersih US$ 68,43 juta (sekitar Rp 1,05 triliun) sepanjang tahun 2023. Angkanya naik tipis 3% dari US$ 66,75 juta.
Meski laba naik, tapi penjualan bersih Energi Mega turun 7% dari US$ 451,93 juta pada 2022, menjadi US$ 420,77 juta pada tahun 2023.
Direktur Utama ENRG Syailendra S Bakrie menjelaskan menjelaskan bahwa perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih terlepas dari tantangan yang dihadapi di tahun 2023.
“Produksi minyak ENRG terus meningkat terlepas dari penurunan produksi gas. Harga minyak dunia mengalami penurunan, dan di lain pihak, harga jual gas perusahaan cukup konsisten,” ungkap Syailendra dalam keterangan resmi, Senin (1/4/2024).
Ia menyatakan, Energi Mega menunjukkan kinerja yang semakin membaik dari kuartal ketiga ke kuartal keempat di tahun 2023. “Laju penurunan produksi gas semakin melambat, dan produksi minyak terus menunjukkan peningkatan,” sebut manajemen.
Adapun harga jual minyak dan gas tetap konsisten masing-masing di atas US$ 80 dan US$ 6,1. Oleh karenanya, Energi Mega berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih, EBITDA, dan laba bersih masing-masing sebesar 19%, 52%, dan 19% dari Q3 ke Q4 2023.
Lebih Baik
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






