Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Jagoan Lo Kheng Hong Balikkan Rugi Jadi Laba Besar, Sahamnya Masih Murah

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Apr 2024 | 07:38 WIB
BAGIKAN
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Foto: Perseroan.
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - Emiten portofolio Lo Kheng Hong, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 1,18 triliun sepanjang tahun 2023. Angkanya berbalik dari rugi bersih Rp 181,38 miliar pada 2022.

Adapun laba per saham hingga 31 Desember 2023 Rp 339. Dari rugi per saham Rp 52 pada periode yang sama tahun 2022.

Sebenarnya, penjualan bersih Gajah Tunggal pada 2023 menurun jadi Rp 16,97 triliun, dari sebelumnya Rp 17,17 triliun pada 2022.

ADVERTISEMENT

Namun, perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp 14,81 triliun di 2022, ke Rp 13,23 triliun pada 2023.

Alhasil, Gajah Tunggal mencetak laba kotor Rp 3,73 triliun sepanjang tahun 2023. Meningkat dari Rp 2,35 triliun di 2022.

Laba Gajah Tunggal juga ditopang adanya keuntungan kurs mata uang asing – bersih pada 2023 Rp 85,03 miliar. Dibandingkan kerugian kurs mata uang asing – bersih di 2022 Rp 239,13 miliar.

Per 31 Desember 2023, aset Gajah Tunggal Rp 18,97 triliun, liabilitas Rp 10,62 triliun, dan ekuitas Rp 8,35 triliun.

Per 31 Desember 2022, aset GJTL Rp 19,01 triliun, liabilitas Rp 11,79 triliun, dan ekuitas Rp 7,22 triliun.

Saham Gajah Tunggal pada perdagangan 28 Maret 2024 diparkir di Rp 1.255 atau +1,21%. Dalam periode year to date (ytd) saham ini melambung 16,20%.

Berdasarkan RTI per penutupan 28 Maret, rasio price to book value (PBV) GJTL 0,52 kali, atau artinya nilai buku per sahamnya Rp 2.414. Sedangkan, price earning ratio (PER) 3,7 kali.

Lo Kheng Hong

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham Gajah Tunggal per 29 Februari 2024, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 180.633.000 saham GJTL atau 5,183%.

Lo Kheng Hong memang sempat menambah lagi saham Gajah Tunggal. Ia secara resmi melaporkan bahwa telah membeli saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL).

Dalam suratnya yang ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 5 Desember 2023, Pak Lo – sapaan akrabnya – menyatakan bahwa dirinya membeli saham GJTL pada 28 November 2023 sebanyak 6,95 juta saham. Harga transaksi rata-rata (average) Rp 888,8/saham. Dengan demikian, nilai transaksinya keseluruhan sekitar Rp 6,17 miliar.

Sebelum transaksi tersebut, Pak Lo menggenggam 168.613.800 saham GJTL atau 4,84%. Setelah transaksi menjadi 175.563.800 saham atau 5,04%.

“Demikian disampaikan perubahan jumlah kepemilikan saham PT Gajah Tunggal Tbk agar dapat diterima dengan baik,” tulis Pak Lo.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia