Jumat, 15 Mei 2026

Berakhirnya Lock Up Pendiri GOTO

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Apr 2024 | 08:01 WIB
BAGIKAN
GOTO. (annual report)
GOTO. (annual report)

JAKARTA, investor.id - Masa lock up saham seri B PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah berakhir pada akhir Maret 2024.

Direktur GOTO Pablo Malay sempat menjelaskan, larangan untuk pengalihan atau lock up saham seri B GOTO berakhir pada akhir Maret 2024, dan itu sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di prospektus initial public offering (IPO) GOTO dijelaskan bahwa sesuai dengan Pasal 6 angka (1) POJK No. 22/2021, setiap pemegang saham seri B dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham seri B yang dimilikinya selama dua tahun sejak tanggal efektif. Adapun tanggal efektif IPO GOTO pada 30 Maret 2022.

Pembatasan tersebut berlaku bagi pemegang saham pendiri, yakni Andre Soelistyo sebesar 6.734.025.100 saham seri B; Kevin Bryan Aluwi sebesar 3.272.789.432 saham seri B; William Tanuwijaya sebesar 12.588.634.432 saham seri B; Melissa Siska Juminto sebesar 1.087.292.195 saham seri B; dan PT Saham Anak Bangsa sebesar 26.888.988.841 saham seri B.

ADVERTISEMENT

Pablo Malay mengungkapkan, untuk saham seri A, sesuai dengan keterbukaan informasi tanggal 19 Oktober 2023, beberapa pendiri telah mengkonfirmasi bahwa mereka dapat memiliki rencana untuk menjual sejumlah saham seri A yang dimilikinya masing-masing. Namun, belum ada konfirmasi terkait saham seri B yang dimiliki pendiri.

“Namun demikian saat ini kami belum menerima informasi apapun terkait rencana untuk menjual saham seri B,” jelas Pablo Malay dalam paparan publik insidental GOTO pada 28 Februari 2024 lalu.

Ia menyebutkan, pengalihan saham seri B itu harus melalui prosedur peraturan OJK dan itu termasuk keterbukaan informasi ke publik. “Oleh karena itu hal tersebut akan diungkapkan kepada publik,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani menyampaikan bahwa seluruh saham seri B masih dalam bentuk warkat sehingga tidak dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, lanjutnya, saham seri B hanya dapat dimiliki oleh pihak-pihak yang berhak untuk menjadi pemegang saham seri B. Selanjutnya pengalihan saham seri B juga harus selalu tunduk pada prosedur khusus yang diatur di peraturan OJK termasuk kewajiban untuk melakukan keterbukaan jika ada rencana pengalihan.

“Sehingga apabila terdapat rencana pengalihan dari saham seri B, akan terdapat keterbukaan pada publik,” pungkasnya.

Sementara itu, saham GOTO pada perdagangan 28 Maret 2024 ditutup di Rp 69 atau naik 4,55%. Dalam periode year to date (ytd) saham ini sudah turun 36,70%.

Berlebihan

Sementara itu, analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan mengungkapkan, kekhawatiran terhadap potensi penjualan saham seri B oleh para pendiri GOTO awalnya diangkat dalam paparan publik insidental GOTO. Namun, menurut mereka kekhawatiran seperti itu berlebihan.

Berdasarkan peraturan yang berlaku (POJK No. 22/2021), pengalihan saham seri B tergolong relatif rumit dan diatur secara ketat seperti pengalihan atau penjualan saham seri B saham. Di antaranya  harus diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat dua hari sebelum transaksi aktual dan satu hari sebelumnya kepada publik.

Selain itu, saham seri B ditawarkan paling sedikit kepada pemegang lainnya dari saham seri B (multi-voting shares/MVS) terlebih dahulu. Juga hanya pemegang MVS yang sudah ada yang diperbolehkan memiliki tambahan saham seri B, jika tidak, calon pemegang MVS baru harus diumumkan dalam RUPS terlebih dahulu, sebelum transaksi terjadi. Dan saham MVS akan secara otomatis dikonversi menjadi saham biasa jika pengalihan atau penjualan MVS dijual kepada pemegang MVS yang tidak memenuhi syarat (yaitu tidak sesuai dengan peraturan sebagaimana disebutkan di atas).

"Kami berpendapat bahwa pemegang MVS (yaitu para pendiri GOTO) kemungkinan besar tidak akan menjual MVS (saham seri B) mereka. Sehingga berakhirnya masa berlaku penguncian saham seri B tidak akan menimbulkan tambahan tekanan jual terhadap saham GOTO," jelas Ryan dan Reggie dalam risetnya yang dipublikasikan baru-baru ini.

Ryan dan Reggie menilai, para pendiri GOTO lebih mungkin untuk menjual saham seri A biasa mereka terlebih dahulu, daripada saham seri B mereka, mengingat kesederhanaan dalam proses penjualan. Oleh karena itu, kekhawatiran pada masa berlaku penguncian MVS terlalu berlebihan.

Ryan dan Reggie menegaskan peringkat beli GOTO dengan target harga lebih rendah yaitu Rp 105/saham (sebelumnya Rp 125/saham) seiring penyempurnaan penilaian SOTP usai Tokopedia dan TikTok Shop (TTS) sepakat pada 23 Desember 2023.

Mereka menilai gabungan entitas Tokopedia dan TikTok Shop dengan valuasi US$ 6,3 miliar atau setara dengan US$ 1,57 miliar berdasarkan penyesuaian kepemilikan (GOTO memiliki 25% saham di entitas gabungan) selain penilaian berbasis DCF dari biaya manajemen dari entitas gabungan.

Ryan dan Reggie menyatakan, katalis pemeringkatan ulang, yakni konsolidasi atau M&A dalam layanan on-demand (ODS), dan pembelian kembali saham. Adapun risiko buruknya adalah penjualan tambahan dari pemegang saham strategis (yaitu Alibaba/Softbank).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia