Jumat, 15 Mei 2026

Medco Energi (MEDC) Labanya Turun, Diungkap Penyebabnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Apr 2024 | 07:15 WIB
BAGIKAN
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Perseroan)
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 330,67 juta (sekitar Rp 5 triliun) pada 2023. Angka laba bersih itu turun 37% dari US$ 530,88 juta pada tahun 2022.

Jumlah pendapatan perseroan menurun dari US$ 2,24 miliar di 2023, menjadi US$ 2,31 miliar pada tahun sebelumnya.

Dalam keterangan resmi Medco Energi (MEDC) dijelaskan bahwa laba bersih yang hampir US$ 331 juta dan EBITDA US$ 1,25 miliar lebih rendah dari 2022 mencerminkan penurunan harga minyak dan gas, serta berkurangnya kontribusi dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

ADVERTISEMENT

“Bagian MedcoEnergi atas laba bersih dari AMMN lebih rendah dari tahun sebelumnya diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi dan keterlambatan dalam perpanjangan izin ekspor,” jelas manajemen MEDC dalam keterangan resmi, Selasa (2/4/2024).

Rata-rata harga minyak dan gas juga lebih rendah di US$ 78/bbl, turun US$ 18/bbl dibandingkan dengan US$ 96/bbl di 2022, harga rata-rata gas pada 2023 US$ 7/mmbtu. “Meskipun harga lebih rendah, keekonomian minyak dan gas kami tetap tangguh didukung oleh biaya produksi yang rendah dan penambahan cadangan,” terang manajemen MEDC.

Kerugian penurunan nilai aset non-tunai lainnya sebagian besar diimbangi oleh keuntungan non-tunai, termasuk klasifikasi aset Libya sebagai aset yang akan dijual dan keuntungan atas dilusi dari IPO AMMN.

Belanja modal, di luar akuisisi Oman, mencapai US$ 333 juta yang sebagian besar digunakan untuk melanjutkan proyek pengembangan di Natuna, Corridor, dan fasilitas panas bumi di Ijen.

Utang konsolidasi pada akhir tahun adalah US$ 3,3 miliar, utang Restricted Group1 US$ 2,8 miliar. Di luar utang yang ditarik pada akhir tahun untuk menyelesaikan akuisisi Oman, saat ini tingkat utang kembali ke tingkat tahun 2018.

Masa Depan Medco

CEO Medco Energi, Roberto Lorato menyampaikan, tahun 2023 kembali merupakan tahun yang sibuk dan produktif. 

“Pada 2023, kami berhasil mencapai seluruh target yang ditetapkan untuk produksi minyak dan gas, penjualan ketenagalistrikan, biaya unit produksi, belanja modal, dan pengurangan utang. Kami juga meningkatkan dividen tunai, melakukan amandemen PSC Corridor, menyelesaikan akuisisi di Oman, menyelesaikan IPO Amman, IPO Indonesia terbesar tahun 2023, dan memenuhi target pengurangan emisi GRK dua tahun lebih cepat dari rencana,” jelasnya.

Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan, sejak 2018, perseroan telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam skala dan profitabilitas.

“Setelah sukses pada 2023, saya bersemangat terhadap masa depan Medco Energi. Seiring dengan pertumbuhan, kami akan tetap berkomitmen pada kepemimpinan di bidang ESG, memperluas jangkauan energi terbarukan, mengembangkan portofolio gas, dan terus menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan dan investor,” sebutnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia