Kamis, 14 Mei 2026

Sudah Bookbuilding, Perusahaan terkait Sawit Ini Batal IPO, Labanya sempat Naik 276%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Apr 2024 | 08:17 WIB
BAGIKAN
Garapan Cahaya Bumi Rezeki (CABR). Perseroan
Garapan Cahaya Bumi Rezeki (CABR). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Status terbaru penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Cahaya Bumi Rezeki Tbk (CABR) ‘canceled’ alias dibatalkan. Sebagaimana dipantau dari situs web e-ipo.co.id pada Selasa (2/4/2024) pagi.

Belum ada keterangan resmi terkait batalnya IPO Cahaya Bumi Rezeki.

Sebelumnya, PT Cahaya Bumi Rezeki Tbk (CABR) berencana menggelar IPO maksimal 300 juta (23,08%) saham. Perseroan membuka harga penawaran awal kisaran Rp 95-100 setiap saham sehingga nilai keseluruhan IPO ini sebanyak-banyaknya Rp 30 miliar.

ADVERTISEMENT

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 19-21 Maret 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Shinhan Sekuritas Indonesia.

Didirikan pada tahun 2016, PT Cahaya Bumi Rezeki Tbk (CABR) telah berkembang pesat dalam enam tahun terakhir sebagai salah satu kontraktor utama yang memberikan layanan dalam peremajaan perkebunan kelapa sawit di beberapa area utama perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Dengan kegiatan bisnis inti sebagai kontraktor peremajaan perkebunan kelapa sawit, Cahaya Bumi Rezeki memberikan praktik manajemen kepada klien di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, dan telah berhasil mengelola peremajaan kelapa sawit seluas lebih dari 8.000 hektare hingga Desember 2023 dengan kebijakan tanpa bakar, dan akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

Laba Melejit

Pemegang saham Cahaya Bumi Rezeki saat ini adalah PT Cahaya Inti Solusindo menguasai 40% saham, Delson Tengdyantono 30% saham, Gofli Setia 15% dan Indako Chandra 15%.

Delson Tengdyantono menjadi pengendali perseroan dan menyatakan tidak akan melepaskan pengendalian atas perseroan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 12 bulan setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

Baca juga: 

Perseroan membukukan pendapatan Rp 48,83 miliar pada 2022. Naik 117,11% dibandingkan tahun 2021 di posisi Rp 22,49 miliar. Per 30 September 2023, pendapatan perseroan Rp 47,71 miliar atau +58% secara year on year (yoy).

Adapun laba periode berjalan CABR pada tahun 2022 Rp 8,57 miliar, naik 276% dari Rp 2,28 miliar pada 2021. Sedangkan laba periode berjalan per 30 September 2023 Rp 6,06 miliar atau meningkat 43,82% dibandingkan periode sama tahun 2022 di Rp 4,21 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia