Jadwal RUPST Bukit Asam (PTBA) Dirilis, Berapa Besar Dividennya?
JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 8 Mei 2024.
Detail mata acara belum disebutkan, dan baru akan dirilis saat pemanggilan RUPST pada 16 April 2024.
Namun, pada RUPST tahun lalu, salah satu mata acaranya adalah penetapan penggunaan laba bersih, termasuk pembagian dividen untuk tahun buku 2022. Dalam RUPST tersebut, PTBA menetapkan pembagian dividen Rp 12,56 triliun atau seluruh laba bersih 2022. Adapun dividen per sahamnya Rp 1.094,05.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail sempat mengungkapkan, berdasarkan data historis, PTBA tidak pernah absen menebar dividen kepada pemegang saham. Hanya saja, sampai saat ini, manajemen emiten batu bara pelat merah tersebut belum menyebutkan besaran dividen yang akan dibagikan.
“Keputusan besarannya ada di pemegang saham. Mudah-mudahan, PTBA selalu memerhatikan atau mendengarkan apa yang menjadi harapan dari para stakeholder,” ucap Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Oleh sebab dividen ini masuk ranah pemegang saham, Arsal mengaku, belum bisa menyebutkan berapa persen besaran dividen yang bakal dibagikan. “Tapi, kami melihat secara historis, kalau (investor) mau anu, ya, cepat-cepat saja beli (sahamnya),” imbuhnya.
Bukit Asam (PTBA) membukukan laba bersih Rp 2,3 triliun pada kuartal IV-2023 atau turun 9% (yoy), namun melonjak 132% (qoq). Alhasil, laba bersih perseroan sepanjang 2023 mencapai Rp 6,1 triliun, turun 51% (yoy).
“Pencapaian itu lebih tinggi dari estimasi kami dan konsensus (133% dan 113%), karena biaya operasional yang lebih rendah dari perkiraan,” tulis Mandiri Sekuritas dalam ulasannya.
Adapun pendapatan PTBA pada 2023 yang sebesar Rp 38,5 triliun atau turun 10% (yoy) sejalan dengan perkiraan Mandiri Sekuritas. Hal itu didukung oleh volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 37 juta ton atau naik 17% (yoy), meskipun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) lebih rendah, yaitu Rp 1.026.000 per ton (-23% yoy).
Sedangkan produksi batu bara PTBA sebanyak 41,9 juta ton atau lebih tinggi dari volume penjualan, sehingga menyebabkan peningkatan persediaan. Dengan demikian, persediaan dalam neraca meningkat menjadi Rp 5,5 triliun dari Rp 3,8 triliun pada 2022.
Begitu juga dengan cost of goods sold (COGS) yang meningkat 19% (yoy) menjadi Rp 29,3 triliun, dengan peningkatan biaya kereta api batu bara sebesar 19% (yoy) dan biaya penambangan sebesar 16% (yoy). Keduanya berkontribusi 65% terhadap total COGS. Terlebih, PTBA mencatatkan kenaikan biaya royalti sebesar 17% kepada pemerintah, menyusul tarif baru royalti.
Sementara itu, biaya operasional turun 22% (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun, yang menghasilkan margin operasional lebih tinggi dari perkiraan sebesar 17,1% dibandingkan dengan perkiraan Mandiri Sekuritas dan konsensus yang sebesar 12,4% dan 15,2%. Penurunan biaya operasional terutama disebabkan oleh penurunan pada pengeluaran gaji.
Potensi Dividen
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






