Jumat, 15 Mei 2026

Jadwal RUPST Bukit Asam (PTBA) Dirilis, Berapa Besar Dividennya?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Apr 2024 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Bukit Asam (PTBA). Dok/PTBA
Bukit Asam (PTBA). Dok/PTBA

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 8 Mei 2024.

Detail mata acara belum disebutkan, dan baru akan dirilis saat pemanggilan RUPST pada 16 April 2024.

Namun, pada RUPST tahun lalu, salah satu mata acaranya adalah penetapan penggunaan laba bersih, termasuk pembagian dividen untuk tahun buku 2022. Dalam RUPST tersebut, PTBA menetapkan pembagian dividen Rp 12,56 triliun atau seluruh laba bersih 2022. Adapun dividen per sahamnya Rp 1.094,05.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail sempat mengungkapkan, berdasarkan data historis, PTBA tidak pernah absen menebar dividen kepada pemegang saham. Hanya saja, sampai saat ini, manajemen emiten batu bara pelat merah tersebut belum menyebutkan besaran dividen yang akan dibagikan.

ADVERTISEMENT

“Keputusan besarannya ada di pemegang saham. Mudah-mudahan, PTBA selalu memerhatikan atau mendengarkan apa yang menjadi harapan dari para stakeholder,” ucap Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

Oleh sebab dividen ini masuk ranah pemegang saham, Arsal mengaku, belum bisa menyebutkan berapa persen besaran dividen yang bakal dibagikan. “Tapi, kami melihat secara historis, kalau (investor) mau anu, ya, cepat-cepat saja beli (sahamnya),” imbuhnya.

Bukit Asam (PTBA) membukukan laba bersih Rp 2,3 triliun pada kuartal IV-2023 atau turun 9% (yoy), namun melonjak 132% (qoq). Alhasil, laba bersih perseroan sepanjang 2023 mencapai Rp 6,1 triliun, turun 51% (yoy).

“Pencapaian itu lebih tinggi dari estimasi kami dan konsensus (133% dan 113%), karena biaya operasional yang lebih rendah dari perkiraan,” tulis Mandiri Sekuritas dalam ulasannya.

Adapun pendapatan PTBA pada 2023 yang sebesar Rp 38,5 triliun atau turun 10% (yoy) sejalan dengan perkiraan Mandiri Sekuritas. Hal itu didukung oleh volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 37 juta ton atau naik 17% (yoy), meskipun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) lebih rendah, yaitu Rp 1.026.000 per ton (-23% yoy).

Sedangkan produksi batu bara PTBA sebanyak 41,9 juta ton atau lebih tinggi dari volume penjualan, sehingga menyebabkan peningkatan persediaan. Dengan demikian, persediaan dalam neraca meningkat menjadi Rp 5,5 triliun dari Rp 3,8 triliun pada 2022.

Begitu juga dengan cost of goods sold (COGS) yang meningkat 19% (yoy) menjadi Rp 29,3 triliun, dengan peningkatan biaya kereta api batu bara sebesar 19% (yoy) dan biaya penambangan sebesar 16% (yoy). Keduanya berkontribusi 65% terhadap total COGS. Terlebih, PTBA mencatatkan kenaikan biaya royalti sebesar 17% kepada pemerintah, menyusul tarif baru royalti.

Sementara itu, biaya operasional turun 22% (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun, yang menghasilkan margin operasional lebih tinggi dari perkiraan sebesar 17,1% dibandingkan dengan perkiraan Mandiri Sekuritas dan konsensus yang sebesar 12,4% dan 15,2%. Penurunan biaya operasional terutama disebabkan oleh penurunan pada pengeluaran gaji.

Potensi Dividen

Beberapa hal penting lain yang perlu disorot adalah volume penjualan PTBA pada kuartal IV-2023 sebanyak 10 juta ton, meningkat 28% (yoy) atau naik 4% (qoq). Produksi batu bara mencapai 10 juta ton atau meningkat 6% (yoy), tapi turun 24% (qoq).

Lalu, blended ASP batu bara PTBA pada kuartal IV-2023 sebesar Rp 1.064.000 per ton atau turun 27% (yoy), namun naik 17% (qoq). “ASP yang lebih rendah disebabkan oleh penurunan harga batu bara di pasar,” jelas Mandiri Sekuritas.

Dengan berbagai faktor tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk saham PTBA. Target harga saham PTBA dipatok sebesar Rp 2.500. PTBA diyakini memiliki potensi pertumbuhan produksi tertinggi dibandingkan perusahaan sejenis, karena ditopang oleh kapasitas transportasi yang lebih besar.

“Kami masih mengharapkan imbal hasil (yield) dividen yang tinggi sebesar 8,2% (50% payout) atau yield dividen 18,7%, jika berdasarkan 100% payout. PTBA biasanya mengumumkan pembayaran dividen pada akhir Mei atau awal Juni,” pungkas Mandiri Sekuritas.

Saham PTBA pada perdagangan sesi I 2 April terpantau sedikit melemah. Di sekitar pukul 11.26 WIB saham ini ada di Rp 2.880 atau turun 0,35%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 35 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia