Jumat, 15 Mei 2026

Pelemahan Rupiah Akibat Kenaikan Yield Obligasi AS

Penulis : Grace El Dora
3 Apr 2024 | 12:10 WIB
BAGIKAN
Petugas bank menunjukkan lembaran uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (12/12/2023). (ANTARA FOTO/Putu Indah Savitri/sgd/YU)
Petugas bank menunjukkan lembaran uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (12/12/2023). (ANTARA FOTO/Putu Indah Savitri/sgd/YU)

JAKARTA, investor.id – Pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/4) dinilai sebagai akibat kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS alias US Treasury. Rupiah dibuka merosot dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Pada awal perdagangan Rabu, rupiah tergelincir 36 poin atau 0,22% dan bertengger Rp 15.933 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp 15.897 per dolar AS.

"Rupiah hari ini diprediksi melemah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh tren peningkatan yield obligasi AS (tenor) 10 tahun," ujar analis Bank Woori Saudara Rully Nova dalam catatan Rabu.

ADVERTISEMENT

Rully menuturkan, imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat ke 4,30% sementara data PMI AS naik menjadi 52,2 dari 47,8 bulan sebelumnya.

“Pelemahan rupiah juga disebabkan oleh memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga AS pada Juni 202, seiring menguatnya data-data ekonomi AS,” sambungnya.

Dilihat dari data domestik, sentimen yang muncul masih terkait dengan gugatan terhadap hasil pemilihan presiden dan wakil presiden di Mahkamah Konstitusi dan tren peningkatan inflasi Maret 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan (YoY) Maret 2024 mencapai 3,05%. Terlihat peningkatan Indeks Harga Konsumen (CPI) dari level 102,99 pada Maret 2023 ke level 106,13 pada Maret 2024.

Rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 15.870 per dolar AS sampai dengan Rp 15.920 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 47 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia