Jumat, 15 Mei 2026

Japfa (JPFA) Sebut Program Makan Siang Gratis Bawa Angin Segar bagi Industri Unggas

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
3 Apr 2024 | 20:06 WIB
BAGIKAN
Paparan publik PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di Jakarta, Rabu (3/4/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)
Paparan publik PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di Jakarta, Rabu (3/4/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)

JAKARTA, investor.id – Program makan siang gratis dari Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto dinilai memberi harapan baru bagi pertumbuhan industri unggas di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Feed Division PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Budiarto Soebijanto.

Menurut Budiarto, berakhirnya pesta demokrasi Pemilu 2024 dengan situasi yang cukup kondusif mengakhiri kekhawatiran pelaku industri. Pihaknya juga melihat harapan baru dari program yang diusung pemerintah baru mendatang.

“Dengan memberikan makan gratis, program ini akan dilakukan secara masif dan kami yakin ini akan memberikan dampak yang cukup positif, kalau memang pelaksanaannya bisa tertib dan rapi,” ungkap Budiarto, dalam paparan publik, di Jakarta, Rabu (3/4/2024).

ADVERTISEMENT

Budiarto menyatakan, Japfa sangat mendukung program ini karena menjadi salah satu peluang baru bagi industri, bukan hanya bagi perseroan tetapi juga bagi industri unggas dan makanan secara keseluruhan.

“Kami sangat mendukung program itu. Ini merupakan salah satu peluang bukan hanya bagi Japfa, tetapi bagi industri, untuk meningkatkan demand dari daging ayam atau termasuk produk ternak yang lain,” ujarnya.

Sebagai informasi, Japfa baru saja mengumumkan telah mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 51,18 triliun di tahun 2023, naik 4.5% secara year on year (yoy).

Pada sisi neraca, total aset naik dari Rp 32,69 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 34,11 triliun pada tahun 2023. Selain itu, belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan dilaporkan mendekati nilai belanja modal di tahun 2022, yakni Rp 1,98 triliun.

Sementara itu, ditinjau dari kontribusi penjualan kotor per segmen usaha, divisi perunggasan masih menjadi penyumbang terbesar penjualan dengan persentase mencapai 90%. Bahkan, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan ekspor pakan unggas sebesar 4 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 44 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 48 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia