Dampak Konflik Iran vs Israel bagi Pasar Saham RI, Harga Minyak, dan Emas
Sementara itu Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim As Syuaibi mengatakan, serangan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) dipastikan meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, dan akan berdampak pada harga minyak dan emas.
“Emas kemungkinan besar pada perdagangan Selasa (16/4/24) akan meningkat. Diikuti, dengan nilai tukar yang akan menurun," jelas Ibarahim dalam keterangannya.
Ibrahim memperkirakan harga emas masih terus mengalami kenaikan dengan target saat ini pada level US$ 2.350 per troy ounce. Apabila target tersebut terpenuhi, bukan tidak mungkin harga emas bakal tembus hingga US$ 2.400-2.500.
"Harus diingat harga US$ 2.400 itu kemungkinan tidak tercapai di akhir tahun. Tapi, tensi politik yang tinggi di Timur Tengah akan membuat harga emas menanjak tinggi hingga US$ 2.500 per troy ounce," ujar dia.
Sedangkan terkait harga minyak mentah dunia, Ibrahim menyebutkan bahwa eskalasi tensi geopolitik akan meningkatkan harga minyak lebih tinggi. Ini tidak lepas dari potensi melestusnya perang yang melibatkan negara-negara produsen minyak, sehingga bisa dipastikan mengganggu produksi minyak.
"Ini yang membuat harga minyak mentah akan mendidih dan kemungkinan menyentuh level US$ 100 per barel pada 2024," jelas dia.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






