Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Terkapar ‘Dirudal’ Kabar Serangan Israel ke Iran

Penulis : Jauhari Mahardhika
19 Apr 2024 | 13:05 WIB
BAGIKAN
Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/4/2024), ditutup terpangkas 103,7 poin (1,45%) ke level 7.063. Tak hanya IHSG, sejumlah indeks saham utama di Asia juga terkapar.

“Turbulensi pasar saham tersebut dipicu oleh kecemasan pasar terhadap konflik di Timur Tengah yang berpotensi meluas,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya.

Israel dikabarkan telah melakukan serangan rudal ke Iran, tepatnya di Provinsi Isfahan. Sebelumnya, Israel menargetkan situs-situs di Iran, Irak, dan Suriah sebagai pembalasan atas serangan Iran terhadap Israel.

ADVERTISEMENT

Pejabat AS dilaporkan telah mengonfirmasi kepada ABC News bahwa rudal-rudal Israel menargetkan sebuah situs, yang dikhawatirkan pasar adalah fasilitas nuklir Iran. Namun, pejabat tersebut tidak dapat memastikan apakah situs-situs di Irak dan Suriah juga terkena serangan.

Sentimen lainnya datang dari komentar hawkish pejabat Federal Reserve (The Fed) yang semakin melemahkan sentimen seputar penurunan suku bunga acuan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat menyusut, seiring sikap pelaku pasar yang mencermati pernyataan Presiden The Fed New York, John Williams, yang mengatakan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk memangkas suku bunga saat ini.

Sedangkan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari menyerukan kesabaran dalam penurunan suku bunga dengan mengatakan bahwa langkah pertama mungkin baru akan dilakukan pada tahun 2025. Hal itu mengindikasikan kemungkinan The Fed akan menunda penurunan suku bunga di tahun ini.

Sementara itu, pada sesi pertama hari ini, saham-saham di BEI yang mengalami kenaikan terbesar adalah TALF, MHKI, PEGE, HELI, dan UNIQ. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar yaitu HADE, MDRN, NINE, EPAC, dan ISAP.

“Kami merekomendasikan buy saham ENRG dengan level support dan resistance di level Rp 214-230,” pungkas Pilarmas.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia