Asing Jualan Terus, tapi Saham Emiten Prajogo Pangestu Diborong
JAKARTA, investor.id – Investor asing terus-menerus melakukan transaksi jual bersih (net sell) saham di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam sepekan terakhir, net sell asing mencapai Rp 4,5 triliun.
Akibatnya, total nilai transaksi beli bersih (net buy) asing sepanjang tahun berjalan ini berkurang drastis menjadi Rp 12,1 triliun dari posisi terakhir sebelum libur panjang yang sebesar Rp 16,6 triliun.
Selama sepekan, investor asing paling banyak melego saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell di pasar reguler senilai Rp 1,3 triliun. Selain BBRI, asing juga mengobral saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai net sell yang sama Rp 1,3 triliun.
Kemudian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell sebesar Rp 963,8 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 337,4 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 291,8 miliar.
Sebaliknya, asing juga terpantau memborong beberapa saham. Net buy terbesar di pasar reguler dalam sepekan terakhir terjadi pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai Rp 583,7 miliar. Lalu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 340,4 miliar. BREN dan TPIA adalah saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu.
Selanjutnya, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan net buy Rp 142,3 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 116,4 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 104,3 miliar.
Sementara itu, selama sepekan atau periode 16-19 April 2024, indeks harga saham gabungan (IHSG) terjungkal 2,74% menjadi 7.087 dari 7.286 pada penutupan pekan lalu. Kapitalisasi pasar bursa juga tergerus Rp 169 triliun (1,42%) menjadi Rp 11.718 triliun dari Rp 11.887 triliun.
Adapun pada perdagangan Jumat (19/4/2024), IHSG ditutup melemah 79,49 poin (1,11%) ke level 7.087,3. Hal itu seiring kecemasan yang melanda pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, yaitu konflik antara Iran dan Israel.
Prediksi IHSG
Secara teknikal, potensi downside IHSG masih terbuka di kisaran 7.035 atau di MA200 pada Senin (22/4). “Hal tersebut sejalan dengan death cross pada stochastic RSI, serta pelebaran negative slope pada MACD,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (21/4/2024).
Phintraco memperkirakan level resistance IHSG pada awal pekan di 7.180, pivot 7.100, dan support 7.000.
Secara sentimen, dari luar negeri, ada rilis data Loan Prime Rate 1Y dan Loan Prime Rate 5Y di China pada Senin (22/4). Pada Maret 2024, PBoC mempertahankan suku bunga pinjaman acuan Loan Prime Rate 1Y sebesar 3,45%, sedangkan Loan Prime Rate 5Y sebesar 3,95%.
Dua suku bunga tersebut masih berada pada rekor terendah, seiring dengan tujuan PBoC untuk berupaya memacu pertumbuhan ekonomi dari krisis properti dan rendahnya consumer confidence di China.
Pada hari yang sama, terdapat rilis Foreign Direct Investment (FDI) Maret 2024 di China yang telah mengalami pelemahan signifikan sejak Juni 2023 dan berada di level terendah dalam 30 tahun. Rilis data FDI China diharapkan membaik, seiring dengan pertumbuhan GDP China yang berada di atas ekspektasi konsensus pada kuartal I-2024 sebesar 5,3% (yoy).
Dari dalam negeri, ada rilis data neraca perdagangan Maret 2024 pada Senin (22/4) yang diperkirakan naik tipis, seiring peningkatan kinerja ekspor komoditas. Seperti diketahui, neraca perdagangan Februari 2024 menyusut tajam menjadi US$ 0,87 miliar, jauh di bawah konsensus yang sebesar US$ 2,32 miliar.
Baca Juga:
10 Saham Tercuan, Melonjak 27%“Kontraksi ekspor diharapkan kembali pulih, seiring dengan peningkatan laju perekonomian China yang membaik pada kuartal I-2024,” jelas Phintraco.
Dengan berbagai hal tersebut, Phintraco menetapkan saham pilihan teratas untuk perdagangan Senin (22/4), yaitu ANTM, MDKA, INCO, ELSA, JSMR, dan SIDO.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






