20% Saham BSI (BRIS) Ditawarkan ke Investor Strategis
JAKARTA, investor.id – Kementerian BUMN menyatakan bahwa sebanyak 20% saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI siap dilepas ke investor strategis. Hal ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas perseroan.
Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, peningkatan likuiditas melalui suntikan ekuitas lebih bagus bagi BSI daripada memanfaatkan fasilitas pinjaman atau lainnya. “Jadi, kami bukan hanya siap melepas 15%, tapi bisa up to 20% saham yang dilepas,” ucap Erick di acara media gathering dikutip, Minggu (16/4/2024).
Saham-saham BSI yang akan ditawarkan kepada investor strategis itu rencananya bakal berasal dari kombinasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Saat ini, baik BBNI maupun BBRI, masing-masing menguasai sebanyak 23,24% dan 15,38% saham BSI atau BRIS. Sedangkan pemegang saham mayoritas BRIS adalah PT Bank Mandiri Tbk dengan porsi 51,47%.
Itulah sebabnya, sebagai pemegang saham mayoritas, Erick melakukan roadshow ke Qatar dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo bersafari ke negara-negara Eropa salah satunya untuk bertemu calon mitra strategis BRIS.
“Karena kami korporasi, kami mesti ketemu investor dan potential partner untuk kami jajaki. Siapa tahu ada kesempatan, kami bisa meningkatkan value creation. Pak Tiko ke Eropa termasuk BSI, saya juga Qatar termasuk untuk BSI,” ucap Erick di acara media gathering dikutip, Minggu (21/4/2024).
Di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas seperti sekarang, Erick menekankan, Kementerian atau perusahaan BUMN harus lebih agresif dan bukan terjebak berdiam diri dengan situasi global yang ada.
Situasi yang kurang lebih sama pernah dihadapi ketika pandemi covid melanda. Kementerian BUMN tetap aktif melakukan sejumlah aksi korporasi seperti konsolidasi, merger perusahaan-perusahaan BUMN, dan agresif mencari calon mitra strategis.
“Jangan slowing down. Sebaliknya, kita harus agresif. Siapa tahu di situasi sekarang, ada kesempatan karena Indonesia tergolong negara yang stabil secara ekonomi dan politik,” ujar Erick.
Terlebih, jika berkaca pada cerita-cerita sukses perusahaan-perusahaan BUMN yang menggelar aksi korporasi baik itu melantai di bursa dan sebagainya, mereka selalu mempunyai anchor investor.
Menurutnya, tidak mungkin bagi perusahaan BUMN menggelar aksi korporasi hanya mengandalkan investor ritel tanpa memiliki anchor investor. Harus gabungan dari keduanya. Demikian pula dengan aksi korporasi yang akan dilakukan BRIS.
“Apalagi, BSI (BRIS) sudah mulai going international dengan membuka kantor di Dubai dan sekarang tinggal menunggu izin dari Saudi,” tuturnya.
Ini menandai BRIS bukan hanya agresif di dalam negeri tetapi juga di pasar luar negeri. Di pasar domestik, Erick yang juga merupakan ketua umum masyarakat ekonomi syariah mengungkapkan bahwa potensi pertumbuhan keuangan syariah di Tanah Air masih menjanjikan. “Jadi (ekspansinya) BSI dilakukan di dalam dan luar negeri,” tandasnya.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






