Faktor Penghambat Sido Muncul (SIDO) dan Target Harga Baru Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dalam pertemuan baru-baru ini dengan kalangan analis mengindikasikan bahwa penjualan pada April 2024 sedikit meningkat dibandingkan April 2023.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan penjualan Sido Muncul pada kuartal II-2024 lebih lambat (qoq) usai perayaan Ramadan. “Karena itu, ekspor yang kuat (kontribusi 7% terhadap penjualan) harus dipertahankan, seiring tingginya permintaan produk minuman energi dari pekerja konstruksi di Nigeria dan Malaysia,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dalam risetnya.
Jika digabungkan dengan kontribusi dari Filipina, serta pasar baru di Vietnam dan Myanmar, kontribusi ekspor terhadap pendapatan Sido Muncul bisa mencapai 15% dalam jangka panjang. Adapun produk herbal (Tolak Angin) dan cuaca hujan (La Nina diperkirakan mulai Juli 2024) akan mendukung volume penjualan Sido Muncul ke depan.
Selain itu, dengan rendahnya harga taurin, asam sitrat, dan krimer, emiten berkode saham SIDO tersebut memperkirakan margin kotor tetap tinggi. “Kami menaikkan asumsi margin kotor SIDO pada 2024-2025 sebesar 100 bps dengan biaya iklan dan promosi (A&P) serta opex yang terjaga, sehingga menghasilkan proyeksi laba bersih 2024-2025 yang lebih tinggi sebesar 2,7%,” jelas Natalia.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, SIDO mampu mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal I-2024 karena musim Ramadan, yang meningkatkan belanja konsumen. Namun, secara historis, pendapatan perseroan rentan terhadap beberapa faktor, antara lain inflasi yang lebih tinggi dan penurunan daya beli masyarakat, seperti pada tahun 2015 dan 2017.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






