Jumat, 15 Mei 2026

Faktor Penghambat Sido Muncul (SIDO) dan Target Harga Baru Sahamnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
10 Mei 2024 | 16:30 WIB
BAGIKAN
Mesin ekstraksi di pabrik Sido Muncul (SIDO). (Foto: Sido Muncul)
Mesin ekstraksi di pabrik Sido Muncul (SIDO). (Foto: Sido Muncul)

JAKARTA, investor.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dalam pertemuan baru-baru ini dengan kalangan analis mengindikasikan bahwa penjualan pada April 2024 sedikit meningkat dibandingkan April 2023.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan penjualan Sido Muncul pada kuartal II-2024 lebih lambat (qoq) usai perayaan Ramadan. “Karena itu, ekspor yang kuat (kontribusi 7% terhadap penjualan) harus dipertahankan, seiring tingginya permintaan produk minuman energi dari pekerja konstruksi di Nigeria dan Malaysia,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dalam risetnya.

Jika digabungkan dengan kontribusi dari Filipina, serta pasar baru di Vietnam dan Myanmar, kontribusi ekspor terhadap pendapatan Sido Muncul bisa mencapai 15% dalam jangka panjang. Adapun produk herbal (Tolak Angin) dan cuaca hujan (La Nina diperkirakan mulai Juli 2024) akan mendukung volume penjualan Sido Muncul ke depan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dengan rendahnya harga taurin, asam sitrat, dan krimer, emiten berkode saham SIDO tersebut memperkirakan margin kotor tetap tinggi. “Kami menaikkan asumsi margin kotor SIDO pada 2024-2025 sebesar 100 bps dengan biaya iklan dan promosi (A&P) serta opex yang terjaga, sehingga menghasilkan proyeksi laba bersih 2024-2025 yang lebih tinggi sebesar 2,7%,” jelas Natalia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, SIDO mampu mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal I-2024 karena musim Ramadan, yang meningkatkan belanja konsumen. Namun, secara historis, pendapatan perseroan rentan terhadap beberapa faktor, antara lain inflasi yang lebih tinggi dan penurunan daya beli masyarakat, seperti pada tahun 2015 dan 2017.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 14 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 56 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia