Energi Pertumbuhan Sido Muncul (SIDO), plus Rekomendasi Terbaru Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan kinerja yang lemah secara kuartalan pada April-Mei 2024 karena faktor musiman, namun meningkat secara tahunan.
Sido Muncul menargetkan tren positif dapat berlanjut pada Juni, yang bakal membuat kinerja perseroan selama Januari-Juni 2024 sesuai target. Tahun ini, penjualan dan laba Sido Muncul ditargetkan tumbuh lebih dari 10% (yoy).
“Kami baru saja bertemu dengan CFO baru Sido Muncul (SIDO), Budiyanto, untuk membahas tentang kinerja bisnis dan strategi pertumbuhannya,” tulis analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dalam risetnya.
Menurut dia, kinerja positif Sido Muncul didorong oleh bisnis minuman energi. Emiten berkode saham SIDO tersebut mencatat segmen minuman energi mengalami pertumbuhan positif pada kuartal II-2024, lebih tinggi dari produk herbal. Hal ini sebagian didukung oleh pasar ekspor, terutama Nigeria dan Malaysia.
Meski margin dapat terpengaruh negatif karena produk minuman energi memiliki margin yang lebih rendah, namun dampaknya dapat dikelola karena harga bahan baku stabil. SIDO juga terus melihat pertumbuhan di segmen produk herbal, karena peningkatan aktivitas perjalanan selama periode liburan.
“Tidak ada gangguan dalam pasokan bahan baku impor terkait dengan peraturan terbaru dari Kementerian Perdagangan,” sebut Vanessa.
SIDO juga memperkuat jalur distribusi. Perseroan telah memasok langsung produk Tolak Angin ke Alfamart milik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sejak Mei 2024. Perseroan juga akan mulai melakukan hal serupa ke Indomaret milik PT Indomarco Prismatama, anak usaha PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), pada Juli.
Inisiatif SIDO tersebut diperkirakan dapat meningkatkan ketersediaan produk dan memperkuat margin. Saat ini, saluran perdagangan modern menyumbang 16% terhadap penjualan perseroan. SIDO juga akan memperluas jaringannya di luar Jawa, setelah ekspansi ke Sumatra mulai membuahkan hasil.
Untuk saluran digital, yang berkontribusi 4% terhadap pendapatan, perseroan telah memiliki dua toko resmi di pasar daring yang telah menghasilkan.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Di sisi lain, SIDO berencana meningkatkan porsi ekspor menjadi 15% dalam 3-5 tahun. Adapun porsi ekspor pada kuartal I-2024 sebesar 7%. Untuk itu, perseroan akan memperluas varian produk, misalnya produk permen. Perseroan juga bakal mengekspor Tolak Angin ke Vietnam pada kuartal III-2024 dan berencana masuk ke negara Afrika Barat (Togo, Kamerun, Kenya).
“Saat ini, SIDO dalam proses meningkatkan kapasitas pabrik farmasi, setelah mencapai tingkat utilisasi 80%,” jelas Vanessa.
Sementara itu, di lantai bursa, saham Sido Muncul atau SIDO diperdagangkan pada P/E 2024 sebesar 17 kali atau standar deviasi (SD) -1 dari rata-rata 5 tahun. Karena itu, RHB Sekuritas menaikkan rekomendasi saham SIDO menjadi buy dari netral. Target harganya dipatok sebesar Rp 800, yang sudah mencakup 8% premi ESG.
Risikonya adalah potensi kemarau panjang yang dapat memengaruhi penjualan Tolak Angin, yang lebih berkorelasi positif dengan musim hujan. Namun, SIDO memperkirakan musim kemarau akan berdampak positif terhadap penjualan beberapa produk lainnya, seperti minuman energi, Alang Sari Cool, dan Tolak Batuk. Dengan begitu, perseroan dapat mengurangi dampak musim kemarau.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






