Emiten Ini Sahamnya Diborong Bosnya, Lo Kheng Hong juga Koleksi
JAKARTA, investor.id - Pendiri sekaligus Direktur Utama PT Intiland Development Tbk (DILD), Hendro S Gondokusumo memborong 260 juta (2,51%) saham perseroan.
Harga transaksinya Rp 170/saham yang dilaksanakan pada 30 Mei 2024. Sehingga nilai keseluruhan transaksi Rp 44,2 miliar.
“Saya melaporkan telah melakukan transaksi pembelian saham PT Intiland Development Tbk (DILD),” jelas Hendro dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (4/6/2024).
Sebelum transaksi, Hendro memiliki 50.432 saham DILD secara langsung. Setelah transaksi menjadi 260.050.432 saham secara langsung.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham Intiland (DILD) per 30 April 2024, Hendro tercatat juga sebagai penerima manfaat akhir dari perseroan.
Saham DILD perdagangan 3 Juni 2024 kemarin diparkir di Rp 170 atau naik tipis 0,59%. Dalam periode year to date (ytd) saham ini melemah 13,71%.
Saham Intiland (DILD) masuk dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong. Per 30 Apri 2024, ia tercatat memiliki 686.416.700 (6,62%) saham DILD.
Dengan asumsi harga per 3 Juni 2024, maka nilai kepemilikan Lo Kheng Hong tersebut mencapai Rp 116,69 miliar.
Pengembangan Proyek
Sementara itu, Intiland Development (DILD) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham tahun ini. Keputusan diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, pada Kamis (30/5/2024).
"Kita enggak bagi dividen, sisa laba bersih 2023 akan kita alokasikan untuk saldo laba," jelas Sekretaris Perusahaan Intiland Development (DILD) Theresia Rustandi dalam paparan publik, Kamis (30/5/2024).
Untuk diketahui, tahun lalu, DILD mencatatkan laba sebesar Rp 174 miliar, berbalik untung dari sebelumnya mencatatkan kerugian sebesar Rp 98,8 miliar pada tahun 2022.
Direktur Intiland Development (DILD) Archied Noto Pradono menjelaskan, keputusan untuk tidak membagikan dividen didorong oleh kebutuhan perusahaan untuk memperkuat permodalan guna mendukung pengembangan proyek baru.
“Kita mau mengembangkan proyek baru, landed kita masih kurang dan kita mau mengembangkan proyek landed dan di kawasan industri. Jadi kita mau memperkuat struktur permodalan kita,” kata Archied.
Untuk itu, Intiland mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) antara Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun, yang akan digunakan untuk pengembangan 21 proyek yang telah direncanakan. Pengembangan proyek tersebut membutuhkan dana kurang lebih sebesar Rp 1 triliun, yang akan dibiayai dari kombinasi dana internal dan eksternal.
"Capex, dari tahun lalu kita gunakan untuk ngembangin beberapa proyek. Kita pakai untuk penyelesaian proyek kita yang sekarang ada di landed dan industrial estate, juga yang rencana baru dan di Batang," tambah Archied.
Dengan strategi ini, Intiland berharap dapat memperkuat fondasi permodalan perusahaan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan proyek-proyek strategis di sektor properti dan industri.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






