Jumat, 15 Mei 2026

Bumi Resources (BUMI) Batal Gelar RUPSLB soal Kuasi Reorganisasi

Penulis : Thresa Sandra Desfika
4 Jun 2024 | 10:02 WIB
BAGIKAN
Akitiivitas pertambangan PT Bumi Resources Tbk
Akitiivitas pertambangan PT Bumi Resources Tbk

JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membatalkan pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang semula dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni 2024.

Namun, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bumi Resources tetap akan dilangsungkan pada 28 Juni 2024.

“Kami sampaikan bahwa RUPSLB yang rencananya akan dilaksankan pada hari Jumat, tanggal 28 Juni 2024 tersebut dibatalkan,” jelas direksi Bumi Resources dalam pengumuman di media massa, Selasa (4/6/2024).

ADVERTISEMENT

RUPST dan RUPSLB BUMI itu sebelumnya juga sempat ditunda dari rencana semula digelar 30 Mei 2024. RUPST kemudian bakal digelar pada 28 Juni, tapi RUPSLB batal.

Pada sesi I perdagangan 4 Juni, saham BUMI tertekan. Di sekitar pukul 10.01 WIB, BUMI ada di Rp 85 atau melemah 4,49%.

Kuasi Reorganisasi

Adapun dalam RUPSLB, Bumi Resources (BUMI) semula akan meminta persetujuan terkait rencana melakukan kuasi reorganisasi dengan menggunakan laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2023.

Kuasi reorganisasi adalah prosedur akuntansi untuk merestrukturisasi ekuitas dengan mengeliminasi saldo laba negatif.

“Perseroan bermaksud melakukan rencana kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan posisi agio saham yang merupakan selisih lebih antara setoran modal dengan nilai nominal saham,” jelas manajemen Bumi Resources dalam keterbukaan informasi, Selasa (23/4/2024).

Oleh karena itu, lanjut manajemen BUMI, sebagai langkah selanjutnya perseroan akan melakukan restrukturisasi terhadap modal melalui rencana kuasi reorganisasi, yaitu dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan saldo agio saham. Per 31 Desember 2023, BUMI mencatatkan defisit US$ 2,35 miliar.

Beberapa manfaat dari rencana kuasi reorganisasi bagi BUMI, menurut manajemen, salah satunya adalah dengan tidak adanya saldo defisit, maka perseroan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan batalnya RUPSLB membahas kuasi reorganisasi, maka peluang Bumi membagikan dividen masih tertutup untuk saat ini.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia