Dua Saham Batu Bara Ini Anjlok Terus, Harganya Sisa Rp 30-an, Investornya Puluhan Ribu
JAKARTA, investor.id - Saham dua emiten batu bara terus anjlok sejak masuk papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Keduanya adalah saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) dan PT MNC Energy Investments Tbk (IATA).
Pada perdagangan 4 Juni 2024, di sekitar pukul 10.14 WIB, kedua saham tersebut kompak sudah menyentuh Rp 37 alias jatuh 9,76% mentok auto rejection bawah (ARB).
Kedua saham efektif masuk papan pemantauan khusus per 31 Mei 2024, dan sejak saat itu selalu mentok ARB, jatuh dari Rp 50.
Head of Investor Relations MNC Energy (IATA), Natassha Yunita sempat mengungkapkan, pihaknya menyadari penurunan harga saham yang disebabkan oleh implementasi full call auction.
“Kami memahami fluktuasi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi para investor. Untuk itu, kami mengambil kesempatan ini untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan kembali komitmen terhadap peningkatan nilai jangka panjang perseroan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (3/6/2024).
Ia mengungkapkan, pada tanggal 25 Maret 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sistem full call auction untuk saham-saham yang berada pada papan pemantauan khusus. Salah satu kriteria yang memicu masuknya saham emiten ke papan ini adalah rata-rata harga saham kurang dari Rp 51,00 dalam enam bulan terakhir di pasar reguler.
“Namun, masuknya perseroan ke dalam papan pemantauan khusus ini tidak mencerminkan fundamental kami,” jelasnya.
Per 30 April 2024, jumlah pemegang saham emiten Hary Tanosoedibjo ini mencapai 21.029 pihak.
COAL
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






