Jumat, 15 Mei 2026

Dua Saham Batu Bara Ini Anjlok Terus, Harganya Sisa Rp 30-an, Investornya Puluhan Ribu

Penulis : Thresa Sandra Desfika
4 Jun 2024 | 10:23 WIB
BAGIKAN
Aktivitas PT Black Diamond Resources Tbk. (Foto ilustrasi: Perseroan)
Aktivitas PT Black Diamond Resources Tbk. (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham dua emiten batu bara terus anjlok sejak masuk papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).

Keduanya adalah saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) dan PT MNC Energy Investments Tbk (IATA).

Pada perdagangan 4 Juni 2024, di sekitar pukul 10.14 WIB, kedua saham tersebut kompak sudah menyentuh Rp 37 alias jatuh 9,76% mentok auto rejection bawah (ARB).

Kedua saham efektif masuk papan pemantauan khusus per 31 Mei 2024, dan sejak saat itu selalu mentok ARB, jatuh dari Rp 50.

ADVERTISEMENT

Head of Investor Relations MNC Energy (IATA), Natassha Yunita sempat mengungkapkan, pihaknya menyadari penurunan harga saham yang disebabkan oleh implementasi full call auction.

“Kami memahami fluktuasi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi para investor. Untuk itu, kami mengambil kesempatan ini untuk memberikan klarifikasi dan menegaskan kembali komitmen terhadap peningkatan nilai jangka panjang perseroan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (3/6/2024).

Ia mengungkapkan, pada tanggal 25 Maret 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sistem full call auction untuk saham-saham yang berada pada papan pemantauan khusus. Salah satu kriteria yang memicu masuknya saham emiten ke papan ini adalah rata-rata harga saham kurang dari Rp 51,00 dalam enam bulan terakhir di pasar reguler.

“Namun, masuknya perseroan ke dalam papan pemantauan khusus ini tidak mencerminkan fundamental kami,” jelasnya.

Per 30 April 2024, jumlah pemegang saham emiten Hary Tanosoedibjo ini mencapai 21.029 pihak.

COAL

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia