Sabtu, 4 April 2026

IHSG Tertekan Pelemahan Rupiah, Cuan Lima Saham Justru Bakal Melejit

Penulis : Indah Handayani
20 Jun 2024 | 07:40 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah terbatas pada Kamis (20/6/2024). IHSG hari ini diperkirakan bergerak dengan support dan resistance di level 6.700 – 6.800. Perusahaan efek itu merekomendasikan lima saham justru bakal melejit, salah satunya BRIS.

“Potensi penguatan masih terlihat, namun akan tipis,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (20/6/2024).

Pada perdagangan Rabu (19/6/2024), IHSG ditutup melemah 7,91 poin (0,12%) ke level 6.726. Sebagian besar sektor saham melemah dan pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang konsumsi non primer sebesar 1,94%. 

Advertisement

Pilarmas menjelaskan, saat ini, nilai rupiah terhadap dolar adalah Rp 16.388 per dolar AS. Pelemahan Rupiah ini tentu berdampak pada defisit APBN dimana nilai dolar pada APBN hanya sebesar Rp 15.000 per dolar AS. Artinya selisihnya nanti menjadi defisit anggaran APBN sehingga tentu akan semakin memberi beban untuk kelanjutan proyek strategis nasional.  

“Pelemahan Rupiah ini semakin membuat para investor asing cukup senang namun kami menilai pada pasar modal, para investor asing masih melakukan wait and see terkait dengan adanya kebijakan baru,” papar Pilarmas.

Menurut Pilarmas, para investor asing saat ini lebih memilih berinvestasi di valas dengan mata uang dolarnya. Sebetulnya beberapa upaya telah dilakukan Bank Indonesia, seperti menaikkan suku bunga, akan tetapi hal ini dinilai tidak efektif sebab pelemahan Rupiah malah terus terjadi.

“Hal ini disebabkan adanya demand terhadap dolar yang terus meningkat bahkan di berbagai belahan dunia manapun, sehingga pelemahan nilai tukar mata uang lainnya memang tak bisa dihindari,” jelas Pilarmas.

Kondisi saat ini, lanjut Pilarmas, membuat pemerintah perlu menentukan proyek atau kebijakan mana yang perlu laksanakan agar stabilitas perekonomian tetap terjaga. Selain itu perhatikan juga, beberapa perusahaan yang memang memiliki exposure besar dari sisi impor karena akan tekanan, dan perusahaan yang memiliki exposure besar dari sisi ekspor karena akan mendapatkan momentum di tengah pelemahan Rupiah.

Pilarmas merekomendasikan lima saham justru bakal melejit, yaitu:

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 19 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 29 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia