Minggu, 21 Juni 2026

Kekayaan Low Tuck Kwong Disalip Prajogo Pangestu & Hartono Bersaudara, Batu Bara Sunset?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Jun 2024 | 15:05 WIB
BAGIKAN
Low Tuck Kwong (Forbes)
Low Tuck Kwong (Forbes)

JAKARTA, investor.id - Konglomerat batu bara, Low Tuck Kwong (76) tak lagi menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia. Nilai kekayaan bersihnya merosot ke nomor 4 disalip Prajogo Pangestu, Robert Budi Hartono, dan Michael Hartono.

Berdasarkan The Real Time Billionaires List dari Forbes pada Sabtu (22/6/2024), kekayaan bersih Low Tuck Kwong senilai US$ 20,8 miliar (sekitar Rp 342 triliun) di peringkat keempat.

Jumlahnya ada di bawah kekayaan bersih founder Barito Group Prajogo Pangestu (80) senilai US$ 60,4 miliar (Rp 994 triliun) di nomor 1; bos Grup Djarum Robert Budi Hartono (83) sejumlah US$ 23,6 miliar (Rp 388,4 triliun) di nomor 2; dan Michael Hartono (84) sebesar US$ 22,6 miliar (Rp 371 triliun) di nomor 3 yang juga bos Grup Djarum.

Nilai kekayaan bersih Low Tuck Kwong menyusut seiring dengan melemahnya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) – emiten batu bara yang dikendalikannya – akhir-akhir ini.

ADVERTISEMENT

Pada perdagangan Jumat (21/6/2024) kemarin, saham BYAN anjlok 14,75% ke Rp 15.175 yang merupakan level terendahnya dalam 6 bulan terakhir. Dalam tiga bulan terakhir saham Bayan Resources melemah 21,98%.

Di sisi lain, kepemilikan Low Tuck Kwong terus bertambah atas saham BYAN. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 21 Juni 2024 kepemilikan Low Tuck Kwong bertambah 33.000 saham menjadi 20.709.780.870 (62,13%) saham. Dan memang terpantau Low Tuck Kwong rajin membeli saham Bayan Resources sejak 2022.

Bayan Resources (BYAN) sendiri bakal menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 27 Juni 2024. Salah satu mata acara rapat adalah persetujuan penggunaan laba bersih.

Sepanjang tahun 2023, Bayan mencetak laba bersih US$ 1,23 miliar atau sekitar Rp 19 triliun.

Perseroan juga sempat membagikan dividen interim tahun buku 2023 sebanyak US$ 500 juta yang dibayarkan pada 5 Januari 2024.

Harga Batu Bara

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia