Kekayaan Low Tuck Kwong Disalip Prajogo Pangestu & Hartono Bersaudara, Batu Bara Sunset?
Sementara itu, harga batu bara jeblok pada Jumat (21/6/2024). Hal itu karena dikepung sentimen negatif, mulai dari produksi batu bara China melambat hingga melemahnya permintaan.
Harga batu bara Newcastle untuk Juni 2024 jatuh US$ 1,85 di US$ 132,05 per ton. Sedangkan Juli 2024 terkoreksi US$ 2,25 menjadi US$ 132,5 per ton. Sementara itu, Agustus 2024 ambles US$ 3 menjadi US$ 135,5 per ton.
Harga batu bara Rotterdam untuk Juni 2024 anjlok US$ 2,75 menjadi US$ 108. Sedangkan, Juli 2024 jatuh US$ 4,6 menjadi US$ 108,4. Sementara itu, Agustus 2024 jeblok US$ 4,25 menjadi US$ 112,35.
Dikutip dari Reuters, produksi batu bara batu bara di China sedikit melambat, setelah pertumbuhan pesat dalam dua tahun terakhir, karena situasi pasokan energi menjadi lebih nyaman, yang memungkinkan pemerintah untuk fokus pada perubahan struktural jangka panjang.
Pertambangan batu bara menghasilkan 1.858 juta ton batu bara dalam lima bulan pertama tahun 2024, menurut data yang diterbitkan oleh Biro Statistik Nasional China. Produksi turun 54 juta ton (-3%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya, setelah pertumbuhan 98 juta ton (+5%) dalam lima bulan pertama tahun 2023 dan 193 juta ton (+12%) pada 2022.
Sementara itu, Bigmint melaporkan, pasar batu bara termal Asia mengalami perdagangan tetap terbatas pada 19 Juni karena kesenjangan yang signifikan antara penawaran dan permintaan. Pasar ini ditandai dengan tingkat stok yang cukup di negara-negara konsumen utama dan kendala pasokan di Indonesia, yang telah memengaruhi beberapa operasi penambang. Pasokan keseluruhan tetap terpengaruh oleh hujan di india. Namun, permintaan yang menurun menghambat kenaikan harga.
Di India, pembangkit listrik menunjukkan permintaan yang konsisten dengan beberapa minat pada batu bara berkalori rendah. Pembangkit pesisir timur mungkin mencari batu bara CV rendah, sementara pembangkit pesisir barat memiliki banyak pilihan sumber. Industri India beralih ke alternatif yang lebih murah dari Kolombia dan Rusia, dengan meningkatnya permintaan untuk kargo Australia.
Di China, harga batu bara domestik menurun, membatasi jumlah perdagangan harga tetap di pasar spot. Mengenai kondisi cuaca, hujan terus-menerus dan banjir di China selatan telah mengurangi permintaan dari sektor listrik dan industri. Stok batu bara tersedia di pelabuhan-pelabuhan utama dalam jumlah yang lebih tinggi. Selain itu, peningkatan pembangkitan listrik tenaga air di China membuat permintaan batu bara terbatas di negara tersebut.
Di sisi pasokan, penambang skala kecil dan menengah di Kalimantan Selatan dan Sumatra mengalami tantangan operasional akibat hujan yang tidak tepat waktu, yang berdampak pada operasi mereka. Meskipun ada masalah ini, penambang yang lebih besar tetap tidak terpengaruh, yang telah mencegah kenaikan harga batu bara yang signifikan.
Harga batu bara Indonesia diperkirakan akan tetap tertekan dengan perdagangan tetap yang terbatas karena kesenjangan penawaran-penawaran yang lebar, tingkat stok yang tinggi, dan tantangan operasional yang dihadapi oleh penambang Indonesia yang lebih kecil. Fluktuasi permintaan di China dan India, yang dipengaruhi oleh cuaca dan strategi pengadaan, terus membentuk dinamika pasar.
Bayan
Pernah diberitakan, Bayan Resources (BYAN) memberi sinyal ekspansi untuk melirik pengembangan industri petrokimia (petrochemical). Langkah ini bagian dari upaya perseroan bertransisi menuju energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Bayan Resources Alexander Ery Wibowo sempat mengungkap prediksi industri batu bara ke depan bisa dimanfaatkan untuk mendukung industri petrochemical. “Yang kelihatan saat ini adalah bisa menjadi industri petrochemical,” ucap Alex di acara Green Economic Forum pada 22 Mei 2023.
Di luar itu, sebagai perseroan yang memiliki model bisnis di sektor pertambangan dan industri batu bara, Alex menambahkan, Bayan juga bisa menjadi pemain di bidang logistik khususnya di bidang pertambangan.
Sebab bagaimanapun, perseroan memiliki keterkaitan yang kuat dengan penyelenggaraan di bidang logistik mulai dari infrastruktur sampai pengiriman komoditas. “Jadi Bayan sendiri bisa tetap menjadi perusahaan di bidang logistik terutama yang berkaitan dengan ketersediaan energi,” tambahnya.
Di tengah ancaman ‘sunset’ industri batu bara yang menuju net zero emission, Alex saat itu menyatakan, perseroan masih memiliki waktu untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mencari bentuk model bisnis power producer yang tepat di masa mendatang.
“Karena menurut saya, lokomotif dari kelistrikan nasional dan transportasi nasional adalah PLN dan Pertamina. Memang, proses ini berjalan terus. Tapi setidaknya, direction dari industri batu bara untuk kelistrikan, maka saya pikir saat ini riset memprediksi akan bisa dimanfaatkan untuk industri petrochemical,” tandas Alex.
Asal tahu juga, orang terkaya Indonesia saat ini, Prajogo Pangestu, selain memiliki bisnis di bidang energi terbarukan, juga ada bisnis terkait pertambangan batu bara melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






