Sabtu, 20 Juni 2026

Dapat Hibah Saham, Sosok Ini Cuan Dividen Triliunan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Jun 2026 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Pialang memantau pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)
Pialang memantau pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Saham emiten konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mendadak lompat 13,40% ke Rp 11.000 pada perdagangan Jumat (19/6/2026), bertepatan dengan cum date dividen perseroan di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Sebanyak 249,3 ribu saham Bayan Resources ditransaksikan, frekuensi 377 kali, dan nilai transaksi Rp 2,56 miliar. Saham emiten batu bara ini membukukan net buy investor asing Rp 786,85 juta.

Saat cum date dividen, harga saham memang berpotensi menguat karena minat beli tinggi dari investor yang ingin memperoleh dividen.

Adapun ex date dividen Bayan Resources pada Senin (22/6/2026). Tanggal daftar pemegang saham yang berhak di 23 Juni pukul 16.15 WIB, dan pembayaran dividen pada 8 Juli.

ADVERTISEMENT

Emiten konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) siap membagikan dividen tahun buku 2025 senilai total US$ 500 juta atau US$ 0,015 per saham.

Apabila mengacu pada kurs Jisdor BI di Rp 17.826 per dolar AS pada 19 Juni, maka potensi dividen emiten batu bara Bayan Resources mencapai Rp 8,9 triliun atau sekitar Rp 267 per saham.

Per akhir Mei 2026, konglomerat Low Tuck Kwong menguasai ‎ 13.412.921.8‎70 (‎40,239%) saham Bayan Resources. Sehingga dirinya berpotensi meraup dividen dari emitennya Rp 3,5 triliun.

Selain itu, anak Low Tuck Kwong, yakni Elaine Low tercatat menggenggam  7.333.833.700 (22,002%) saham BYAN, sehingga berpeluang menangkap dividen Rp 1,9 triliun.

Dapat Hibah Saham, Sosok Ini Cuan Dividen Triliunan
Elaine Low. Ist

Sebagai informasi, Low Tuck Kwong menghibahkan 7,33 miliar (22%) saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada anaknya, yakni Elaine Low.

Pengalihan 22% saham Bayan oleh Low Tuck Kwong kepada Elanie Low dilakukan melalui pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Agustus 2024. Jumlah yang ditransaksikan di pasar negosiasi BEI itu sebanyak 7,33 miliar saham BYAN di harga rata-rata Rp 13.888/saham. Sehingga nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp 101,84 triliun.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 30 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 45 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia