Kamis, 14 Mei 2026

GOTO Masih Stuck di Gocap, Banyak yang Antre Jual, Cut Loss?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
8 Jul 2024 | 09:27 WIB
BAGIKAN
GOTO. (annual report)
GOTO. (annual report)

Bagi Hasan Zein yang juga sebagai investor, pertanyaan yang paling relevan apakah GOTO sebagai perusahaan akan mampu bertahan eksis atau bakal hilang dari peredaran? Sebab hanya perusahaan yang mampu menghasilkan laba secara wajar dari operasi yang wajar yang mampu bertahan.

“Dari kacamata itu, saya melihat secara fundamental GOTO saat ini jauh lebih kuat. Segmen e-commerce yang boros dan boncos sudah bisa ditransformasi menjadi penyumbang laba bersih. Dibayar dengan harga kehilangan pengendalian (Tokopedia),” jelasnya.

Adapun penurunan tajam harga saham GOTO, menurut Hasan, semata faktor teknis. Alibaba (Taobao) telah menjual sebagian porsinya lebih dari 16 miliar saham. SVF GT Subco (Softbank) juga menjual hampir 100 juta saham. Sebagian founders, terutama yang berasal dari Tokopedia, telah pergi dan menjual kepemilikannya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, cadangan employee stock ownership plan (ESOP) yang ada dalam GPF – masih sekitar 64 miliar saham – terus mengguyur pasar dengan harga Rp 2. Tanpa kehadiran pembeli besar, butuh waktu lama agar perimbangan permintaan dan penawaran kembali ke titik ekuilibrium.

“Karena itu, saya akan menyisihkan jatah angkringan saya untuk membeli 100 lot saham GOTO setiap minggu, bila harganya masih di gocap atau lebih rendah. Nabung saham! Uji akurasi penerawangan hingga akhir 2024. Cuan? Urusan kesekian,” ujarnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia