Jumat, 15 Mei 2026

Yakin Fundamental Oke, Emiten Saham Rp 1 ini Bakal Minta Restu Buyback

Penulis : Eva Fitriani
9 Jul 2024 | 21:05 WIB
BAGIKAN
Totalindo Eka Persada. Foto: totalindo.co.id
Totalindo Eka Persada. Foto: totalindo.co.id

JAKARTA, investor.id – Emiten konstruksi, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) berencana meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 11 Juli 2024 untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Aksi buyback didasari keyakinan bahwa harga saham perseroan saat ini yang sebesar Rp 1 per saham, tidak mencerminkan nilai perusahaan yang sebenarnya.

“Totalindo merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan, dengan perkiraan jumlah nilai seluruh saham yang akan dibeli kembali sebanyak banyaknya Rp 3 miliar,” kata manajemen Totalindo dalam keterangan kepada otoritas bursa, yang dikutip Selasa (9/7/2024).

Manajemen Totalindo mengungkapkan, pelaksanaan buyback dan jumlah keseluruhan treasury stock yang dimiliki perseroan tidak akan melebihi 10% dalam perseroan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah saham free float perseroan tidak akan lebih rendah dari 7,5% dari jumlah saham tercatat sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Manajemen TOPS menyebut, pelaksanaan buyback saham perseroan dilatarbelakangi oleh harga saham di pasar saat ini sudah lebih rendah dari nilai buku perusahaan, dan tidak mencerminkan nilai perusahaan sesungguhnya. Hal tersebut berdampak negatif terhadap citra perseroan.

Selain itu, saham perseroan belum terlalu aktif sebagaimana tahun tahun sebelumnya setelah IPO. Untuk itu, perseroan memutuskan melakukan buyback yang bertujuan untuk meningkatkan harga saham sesuai dengan nilai perusahaan dan memberikan citra yang positif terhadap pasar, sehingga transaksi akan kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Perseroan berharap, dari aksi buyback ini akan mendapat keuntungan di masa yang akan datang sejalan dengan pertumbuhan nilai saham perseroan. Selain itu, program buyback ini juga dilandasi keyakinan manajemen perseroan akan kinerja dan prospek kinerja perusahaan ke depan yang akan terus membaik, sehingga dapat memberikan value kepada stakeholders.

Manajemen TOPS menegaskan, perseroan akan menggunakan kas internal untuk buyback dengan berpedoman pada POJK 29/2023. Berdasarkan sumber dana yang digunakan maka aset dan ekuitas diperkirakan akan menurun sebesar-besarnya sejumlah perkiraan nilai buyback.

Pelaksanaan buyback, kata manajemen Totalindo, diprediksikan tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan, termasuk dari sisi pendapatan maupun biaya operasional.

Buyback dilaksanakan secara bertahap, paling lambat 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB dan OJK. Pembelian kembali saham diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham di masa yang akan datang, di mana pada saat ini harga saham perseroan tidak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek perusahaan. Diharapkan dengan buyback, saham perseroan dapat memiliki pergerakan harga saham yang positif,” ungkap manajemen TOPS.

Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perusahaan. Mengingat, TOPS memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.

Editor: Eva Fitriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia