Jumat, 15 Mei 2026

BSDE, CTRA, SMRA, PWON Masih Bisa Kasih Cuan Berapa?

Penulis : Jauhari Mahardhika
14 Jul 2024 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi saham. (Image by drobotdean on Freepik)
Ilustrasi investasi saham. (Image by drobotdean on Freepik)

JAKARTA, investor.id – Penjualan residensial tumbuh 31,2% yoy pada kuartal I-2024, sedangkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) relatif stabil dengan pertumbuhan 1,9% yoy. Lantas, bagaimana dengan prospek saham-saham properti seperti BSDE, CTRA, dan SMRA?

Analis MNC Sekuritas, Muhamad Rudy Setiawan mengungkapkan bahwa biaya sewa yang tinggi memicu lonjakan kepemilikan rumah. Tingkat kepemilikan rumah naik menjadi 84,5% pada 2023, menunjukkan pergeseran minat konsumen yang makin tertarik pada produk properti.

Di sisi lain, dari metrik pendapatan berulang (recurring income), pengembang properti mencatatkan pertumbuhan rata-rata sebesar 11,5% yoy pada kuartal I-2024. “Absennya mal baru dalam dua tahun terakhir berdampak positif terhadap pemulihan tingkat okupansi khususnya di Jakarta, dengan rata-rata tingkat okupansi di wilayah Jabodetabek sebesar 70,3% pada kuartal I-2024,” tulis Rudy dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Karena itu, MNC Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor properti. Penilaian didasari rata-rata diskon NAV (net asset value) sebesar 55-70%. Pilihan utama jatuh pada saham Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra Development (CTRA), dan Summarecon Agung (SMRA).

BSDE, CTRA, dan SMRA mendapatkan keuntungan dari program insentif pajak pertambahan nilai (PPN) karena bauran produknya yang tinggi untuk harga rumah di bawah Rp 5 miliar per unit. Namun, narasi hawkish menjadi faktor penghambat sektor properti, karena 70% pembelian rumah berasal dari hipotek. Selain itu, tahun pemilu secara historis juga menghambat penjualan properti.

Potensi Cuan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia