Jumat, 15 Mei 2026

Saham Gudang Garam (GGRM) Jatuh ke Bawah Rp 15.000, Tak Ada Harapan?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Aug 2024 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali anjlok pada sesi I perdagangan 6 Agustus 2024. Di sekitar pukul 09.52 WIB saham ini -0,67% ke Rp 14.925 (jatuh ke bawah Rp 15.000) yang merupakan level terendahnya dalam 10 tahun terakhir.

Dalam satu bulan sekali saham ini jatuh 12,97% dan dalam periode year to date (ytd) ambles 28,25%,

Padahal dulu saham ini pernah menembus level Rp 90.000 dan sempat menyentuh Rp 100.000 dalam perdagangan intraday pada 4 Maret 2019.

Saham Gudang Garam jatuh seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang juga melemah sepanjang semester I-2024.

ADVERTISEMENT

Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitis induk Rp 925,51 miliar sepanjang semester I-2024. 

Angkanya anjlok 71,85% dari Rp 3,28 triliun pada periode yang sama tahun 2023 lalu. 

Laba per saham juga turun menjadi Rp 481 per 30 Juni 2024. Dari Rp 1.709 per periode akhir Juni 2023.

Penurunan laba Gudang Garam (GGRM) dipicu melemahnya pendapatan menjadi Rp 50,01 triliun di paruh pertama tahun ini. 

Pada semester pertama tahun lalu, Gudang Garam yang berbasis di Kediri, Jawa Timur ini mencatatkan pendapatan Rp 55,85 triliun. 

Sementara itu sebelumnya diberitakan Gudang Garam (GGRM) telah melakukan penyesuaian harga ex-factory (harga pokok penjualan barang dari pabrik penjual) sebanyak dua kali pada Maret dan Mei 2024, namun volume penjualan diperkirakan tetap lemah. 

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina mengungkapkan, meskipun penyesuaian harga tersebut dapat mendukung sebagian margin Gudang Garam, volume penjualan tahun ini diprediksi lebih lemah. “Sebab ekspektasi kami terhadap peningkatan volume yang didorong oleh pemilu pada kuartal I-2024 gagal terwujud,” tulis Natalia dan Sabela dalam risetnya.

Sebagai informasi, secara year to date (ytd), harga jual rata-rata (average selling price/ASP) Gudang Garam Merah 12 (sigaret kretek tangan/SKT) telah naik 6%. Begitu juga dengan ASP Gudang Garam International 12 naik 6% dan Gudang Garam Surya 16 meningkat 8%.

Adapun pada 2023, volume penjualan rokok emiten berkode saham GGRM tersebut terpangkas 25,6% yoy, dengan pangsa pasar lebih rendah sebesar 21,2% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 25,5%. Volume SKT GGRM turun 2% dan SKM (sigaret kretek mesin) merosot 28%.

Tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas yakin GGRM fokus menjaga margin, karena regulasi cukai 2024 terus memberikan dampak biaya yang lebih besar bagi produsen rokok tier 1, termasuk GGRM. Perseroan diprediksi menaikkan harga lebih tinggi yang akan menghasilkan margin kotor sebesar 11,6-11,7% pada 2024-2025, turun dari 12,3% pada 2023. Hal itu diperkirakan terjadi dengan mengorbankan volume.

“Karena itu, kami menurunkan asumsi pertumbuhan volume GGRM pada 2024-2025 menjadi -13% dan -8% yoy, turun dari sebelumnya -5% dan 0% yoy,” sebut Natalia.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia