Saham Gudang Garam (GGRM) Jatuh ke Bawah Rp 15.000, Tak Ada Harapan?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali anjlok pada sesi I perdagangan 6 Agustus 2024. Di sekitar pukul 09.52 WIB saham ini -0,67% ke Rp 14.925 (jatuh ke bawah Rp 15.000) yang merupakan level terendahnya dalam 10 tahun terakhir.
Dalam satu bulan sekali saham ini jatuh 12,97% dan dalam periode year to date (ytd) ambles 28,25%,
Padahal dulu saham ini pernah menembus level Rp 90.000 dan sempat menyentuh Rp 100.000 dalam perdagangan intraday pada 4 Maret 2019.
Saham Gudang Garam jatuh seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang juga melemah sepanjang semester I-2024.
Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitis induk Rp 925,51 miliar sepanjang semester I-2024.
Angkanya anjlok 71,85% dari Rp 3,28 triliun pada periode yang sama tahun 2023 lalu.
Laba per saham juga turun menjadi Rp 481 per 30 Juni 2024. Dari Rp 1.709 per periode akhir Juni 2023.
Penurunan laba Gudang Garam (GGRM) dipicu melemahnya pendapatan menjadi Rp 50,01 triliun di paruh pertama tahun ini.
Pada semester pertama tahun lalu, Gudang Garam yang berbasis di Kediri, Jawa Timur ini mencatatkan pendapatan Rp 55,85 triliun.
Sementara itu sebelumnya diberitakan Gudang Garam (GGRM) telah melakukan penyesuaian harga ex-factory (harga pokok penjualan barang dari pabrik penjual) sebanyak dua kali pada Maret dan Mei 2024, namun volume penjualan diperkirakan tetap lemah.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina mengungkapkan, meskipun penyesuaian harga tersebut dapat mendukung sebagian margin Gudang Garam, volume penjualan tahun ini diprediksi lebih lemah. “Sebab ekspektasi kami terhadap peningkatan volume yang didorong oleh pemilu pada kuartal I-2024 gagal terwujud,” tulis Natalia dan Sabela dalam risetnya.
Sebagai informasi, secara year to date (ytd), harga jual rata-rata (average selling price/ASP) Gudang Garam Merah 12 (sigaret kretek tangan/SKT) telah naik 6%. Begitu juga dengan ASP Gudang Garam International 12 naik 6% dan Gudang Garam Surya 16 meningkat 8%.
Baca Juga:
Badai Mereda, ADRO Cs BangkitAdapun pada 2023, volume penjualan rokok emiten berkode saham GGRM tersebut terpangkas 25,6% yoy, dengan pangsa pasar lebih rendah sebesar 21,2% dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 25,5%. Volume SKT GGRM turun 2% dan SKM (sigaret kretek mesin) merosot 28%.
Tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas yakin GGRM fokus menjaga margin, karena regulasi cukai 2024 terus memberikan dampak biaya yang lebih besar bagi produsen rokok tier 1, termasuk GGRM. Perseroan diprediksi menaikkan harga lebih tinggi yang akan menghasilkan margin kotor sebesar 11,6-11,7% pada 2024-2025, turun dari 12,3% pada 2023. Hal itu diperkirakan terjadi dengan mengorbankan volume.
“Karena itu, kami menurunkan asumsi pertumbuhan volume GGRM pada 2024-2025 menjadi -13% dan -8% yoy, turun dari sebelumnya -5% dan 0% yoy,” sebut Natalia.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler




