Jumat, 15 Mei 2026

Usai Beri Penjelasan soal Dividen, Gudang Garam (GGRM) Sahamnya Tetiba Diborong

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Aug 2024 | 12:20 WIB
BAGIKAN
Gudang Garam. (Perseroan)
Gudang Garam. (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tiba-tiba ditutup melompat 4,47% ke Rp 16.375 pada perdagangan Jumat, 30 Agustus 2024 kemarin.

Saham emiten rokok awalnya bergerak biasa saja dengan peningkatan tertinggi hanya 0,64% dan sempat juga turun 0,96%. Hal tersebut terjadi hampir sepanjang hari perdagangan.

Tapi jelang penutupan, saham Gudang Garam tiba-tiba melonjak drastis. Tepatnya di sekitar pukul 16.00 WIB saham ini naik ke Rp 16.375.

ADVERTISEMENT

Asing pun memborong saham ini dengan mencatatkan net buy  Rp 17,6 miliar. Padahal untuk periode 27-29 Agustus, asing mencatatkan net sell saham GGRM Rp 618,8 juta.

Dalam periode perdagangan 21-29 Agustus, saham Gudang Garam juga mayoritas memerah dan hanya sekali stagnan. Lalu mendadak bangkit pada perdagangan 30 Agustus kemarin. Nilai kapitalisasi pasar atau market cap Gudang Garam Rp 31,5 triliun.

Lonjakan yang mendadak atas saham GGRM tentu di luar ekspektasi pelaku pasar. Mengingat kinerja keuangan perusahaan rokok yang berbasis di Kediri ini sedang tertekan.

Manajemen Gudang Garam dalam press release public expose tahunan mengungkap bahwa Gudang Garam melaporkan penurunan pendapatan maupun profitabilitas akibat adanya kenaikan cukai sementara daya beli cenderung stagnan.

Perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 10,4% yang terutama disebabkan oleh turunnya volume penjualan akibat kenaikan harga jual kepada konsumen, di mana daya beli masyarakat (khususnya kelas menengah ke bawah) masih stagnan.

Di tengah situasi tersebut, terang manajemen Gudang Garam, ketika sektor tembakau terus menghadapi kenaikan beban cukai yang signifikan secara berkelanjutan, kondisi pasar tetap penuh tantangan.

GGRM mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitis induk Rp 925,51 miliar sepanjang semester I-2024. Angka laba bersih itu anjlok 71,85% dari Rp 3,28 triliun pada periode yang sama tahun 2023 lalu.

Dividen

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia