Jumat, 15 Mei 2026

Usai Beri Penjelasan soal Dividen, Gudang Garam (GGRM) Sahamnya Tetiba Diborong

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Aug 2024 | 12:20 WIB
BAGIKAN
Gudang Garam. (Perseroan)
Gudang Garam. (Perseroan)

Manajemen Gudang Garam (GGRM) sempat ditanya mengenai kemungkinan buyback saham mengingat kinerja saham yang masih tertekan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan GGRM, Heru Budiman menjawab belum terdapat rencana buyback saham oleh perseroan. “Sampai hari ini kita belum merencanakan ataupun memikirkan buyback saham,” ungkapnya singkat dalam Public Expose Live 2024 Gudang Garam, Kamis (29/8/2024).

Gudang Garam juga akhirnya buka suara mengenai keputusan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2023. Heru Budiman menjelaskan, keputusan untuk tidak membayarkan dividen tahun buku 2023 terdorong oleh adanya peningkatan suku bunga pinjaman yang terlihat di penghujung tahun 2023 dan memasuki 2024.

ADVERTISEMENT

“Sedangkan kita menyadari kondisi keuangan ke depan, termasuk yang sangat dipengaruhi oleh kondisi Amerika, itu masih juga gonjang-ganjing tidak menunjukkan arah yang jelas. Diperkirakan turun gak turun, diperkirakan naik gak naik,” paparnya.

Oleh karena itu, sambung Heru Budiman, Gudang Garam (GGRM) mengambil sikap hati-hati dengan tidak membagikan dividen.

Heru melanjutkan bahwa jika Gudang Garam (GGRM) membagikan dividen maka ada kemungkinan pinjaman bisa meningkat dan bakal rawan apabila suku bunga naik.

“Dan itu membuat kita mengambil sikap berhati-hati untuk tidak membagi dividen sehingga pinjaman kita tidak akan meningkat, yang kalau suku bunga naik itu bisa merupakan suatu kendala,” jelas Heru.

“Kalau tahun 2024 ini, yang sampai saat ini belum menunjukkan penurunan, tapi akan turun, bagi dividen yang lebih itu lebih bisa dilaksanakan. Daripada di balik, bagi dividen utangnya naik, bunganya naik, itu kartu mati,” pungkasnya.

Gudang Garam (GGRM) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 5,32 triliun pada tahun buku 2023. Angka laba bersih itu meningkat 91,5% dari Rp 2,77 triliun pada 2022.

Semula banyak pihak memperkirakan bahwa emiten rokok tersebut akan membagikan dividen besar untuk tahun buku 2023. Namun keputusan perseroan akhirnya tak membagikan dividen.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia