Kisi-kisi Dividen United Tractors (UNTR) plus Target Harga Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menjelaskan hal terkait rencana pembagian dividen untuk tahun depan. Sebab perseroan ingin selalu memberikan return yang terbaik bagi pemegang saham.
“Secara policy, United Tractors tidak memiliki kebijakan yang tetap terkait rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR). Tentunya kami akan selalu memberikan return yang terbaik bagi pemegang saham, namun itu disesuaikan dengan kebutuhan internal perusahaan, terutama untuk menjaga belanja modal dan investasi,” jelas Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro dalam Public Expose Live 2024, Jumat (30/8/2024).
Meski demikian, secara historis, emiten berkode saham UNTR tersebut kerap memberikan dividen dengan rasio pembayaran sekitar 40-50%. “Itu kira-kira guidance yang akan kami pertahankan ke depan kalau berbicara mengenai dividend payout ratio UNTR,” ungkap dia.
Secara bisnis, UNTR akan terus ekspansi. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu tengah mencari tambang potensial untuk diakuisisi, baik di dalam maupun luar negeri. UNTR mengincar tambang mineral seperti nikel, emas, tembaga, hingga litium. Aksi ini untuk mendongrak kontribusi bisnis non-batu bara menjadi 50% dalam lima tahun ke depan.
Saat ini, ketergantungan pendapatan UNTR dari bisnis batu bara masih cukup tinggi mencapai 65%, baik dari sektor kontraktor batu bara maupun pertambangan batu bara. Diharapkan dalam lima tahun ke depan, kontribusi dari bisnis batu bara dan non-batu bara menjadi imbang.
Iwan menegaskan, UNTR telah menyusun strategi untuk diversifikasi usaha ke dua sektor, yakni pertambangan mineral (non-batu bara) dan bisnis energi baru terbarukan (EBT) atau renewables energy.
Tahun ini, untuk menunjang aktivitas bisnis, UNTR menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 1 miliar atau setara Rp 15,48 triliun. Alokasi dana tersebut digunakan untuk kebutuhan belanja modal rutin, dimana hingga Juni 2024 perseroan telah merealisasikan sekitar US$ 400 juta.
Dari US$ 1 miliar tersebut, menurut Iwan, alokasi terbesar atau sekitar US$ 750 juta untuk divisi kontraktor pertambangan di bawah PT Pamapersada Nusantara. Selanjutnya sebanyak US$ 100 juta untuk sektor batu bara, US$ 150 juta untuk infrastruktur dan pabrik pengolahan hasil tambang, serta US$ 50 juta untuk bisnis mesin konstruksi.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






