InJourney Airports Jajaki Peluang IPO
JAKARTA, investor.id – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports akan menjajaki peluang untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Sikap ini berkaitan dengan target InJourney Airport dalam menciptakan nilai (value creation).
InJourney Airports merupakan subholding PT Aviasi Pariwisata Indonesia alias InJourney setelah Kementerian BUMN resmi menggabungkan usaha (merger) PT Angkasa Pura I dan II.
“Kami akan lihat ke depannya,” jawab singkat Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi saat ditemui Investor Daily di Kantor Pusat InJourney Gd. Sarinah, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Namun sampai saat ini, Faik melanjutkan, InJourney Airports masih fokus menyiapkan perspektif secara internal. Sebab, pihaknya masih concern pada tata kelola organisasi melalui digitalisasi, penggabungan, dan simplifikasi.
Terbukti, secara prosedur, InJourney Airports telah berhasil memangkas sebanyak 1.400 prosedur menjadi 96 prosedur, sehingga melalui merger tersebut InJourney Airports diharapkan menjadi lebih agile.
Bukan hanya itu, Faik mengklaim, InJourney Airport juga telah melakukan penyederhanaan inisiatif informasi teknologi (IT) dari semula sebanyak 195 inisiatif IT, menjadi 49 inisiatif IT.
“Jadi, nantinya kami banyak menggunakan berbagai macam sistem di bandara. Tapi, tidak terindikasi. Nanti, kami bagikan menjadi tiga yaitu Airport Technology, Terminal Technology, dan Enterprise Technology,” beber Faik.
Ketiga teknologi tersebut, jelas Faik, selanjutnya digabungkan menjadi satu teknologi data yang dapat dipakai sebagai dasar penting bagi perusahaan-perusahaan penting di dalam organisasi.
“Jadi, ini benar-benar pola perspektif internasional yang akan kami kerjakan di depan,” imbuhnya.
Dirinya menargetkan, sampai akhir 2024, InJourney Airports membidik sebanyak 170 juta penumpang untuk 37 bandara yang dikelola InJourney Airports.
Target objektif lain, InJourney Airports juga ingin membangun konektivitas untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan di berbagai wilayah. Kemudian menjadikan bandara sebagai etalase bangsa, dan secara komersial InJourney Airports dapat setara dengan standar global.
“Target EBITDA kami tahun ini sebesar Rp 9 triliun dan revenue Rp 20,3 triliun. Tapi, kami upayakan dalam waktu lima tahun ke depan bisa tembus di atas Rp 30 triliun,” tutup Faik.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






