Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Menguat Terbatas, Cuan Saham TOBA hingga WEGE Menggiurkan

Penulis : Indah Handayani
11 Sep 2024 | 07:45 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat terbatas pada Rabu (11/9/2024). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada 7.580 – 7.780. Perusahaan efek itu merekomendasikan cuan saham TOBA hingga WEGE menggiurkan.

Pada perdagangan Selasa (10/9/2024), IHSG ditutup menguat 58,64 poin (0,76%) ke level 7.761. Hampir seluruh sektor saham menguat dan sektor teknologi paling besar kenaikannya sebesar 2,29%.

Pilarmas mengatakan, saat ini pelaku pasar dan investor akan menanti dua hal, pertama adalah data inflasi Amerika Serikat (AS) nanti malam yang diproyeksikan akan mengalami penurunan sesuai dengan keinginan investor dan tentu saja pertemuan Bank Sentral Eropa esok hari.

ADVERTISEMENT

“Sehingga rasanya, wait and see menjadi pilihan saat ini karena data inflasi akan memberikan kita gambaran sejauh mana Powell akan menurunkan tingkat suku bunganya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (11/9/2024).

Pilarmas menjelaskan, pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, berencana mengalokasikan subsidi pajak ditanggung pemerintah (DTP) sebesar Rp 8,2 triliun untuk dunia usaha pada tahun 2025. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan anggaran tahun 2024 yang mencapai Rp 8,31 triliun.

Realisasi subsidi pajak DTP mengalami penurunan dari Rp 17,32 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 11,28 triliun pada 2023, terutama karena perubahan insentif pajak dan dukungan untuk UMKM.

Pilarmas merekomendasikan cuan saham TOBA hingga WEGE menggiurkan. Berikut trading plan-nya:

1. TOBA

- Last price: 515

- Support: 490

- Resistance: 545

- Target: 530

2. INDF

- Last price: 7.050

- Support: 6.850

- Resistance: 7.250

- Target: 7.175

3. BBRI

- Last price: 5.250

- Support: 4.980

- Resistance: 5.350

- Target: 5.325

4. TINS

- Tegaskan produksi bijih timah akhir 2024 bakal lebih tinggi sekitar 40% sampai dengan 50% dari perolehan sepanjang 2023.

- Last Price: 975

- PBV : 1,04x

- Support: 870

- Resistance: 1.000

- Target: 1.200

- Exit: 890

5. WEGE

- Siapkan sederet strategi untuk mencapai target pertumbuhan laba bersih sebesar 200% pada tahun ini.

- Support: 82

- Resistance: 89

- Target: 91

- Exit: 80

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia