Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Emas Sahamnya Jadi Rebutan, Harga Naik, Ada Apa?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Sep 2024 | 07:58 WIB
BAGIKAN
PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - Saham emiten emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tiba-tiba jadi rebutan pada perdagangan 10 September kemarin lantaran frekuensinya begitu tinggi mencapai 48.237 kali.

Adapun volumenya mencapai 611,94 juta saham PSAB ditransaksikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 164,82 miliar.

Saham J Resources dengan kode PSAB pun jadi melonjak 22,03% ke Rp 288 pada perdagangan kemarin. Sedangkan pada perdagangan 9 September saham ini naik 2,61%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, sempat beredar rumor bahwa saham mayoritas PSAB milik Jimmy Budiarto dilirik oleh PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dan Grup Salim melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sampai meminta penjelasan terkait kebenaran rumor itu kepada manajemen PSAB.

Tanggapan

Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan J Resources (PSAB) Edi Permadi memberikan jawabannya dalam surat tertanggal 7 Agustus 2024.

Ia menjelaskan, sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak mengetahui informasi terkait dengan pemberitaan tersebut dan informasi dalam pemberitaan tersebut tidak bersumber dari manajemen perseroan dan perseroan tidak pernah memberikan konfirmasi apapun mengenai pemberitaan tersebut.

“Apabila terdapat informasi yang wajar mengenai rencana akuisisi perseroan, perseroan akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah perseroan menerima informasi tersebut dari pengendali perseroan,” papar Edi.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemegang saham publik beserta investor agar memperhatikan keterbukaan informasi resmi yang dilakukan oleh perseroan sebelum membuat keputusan investasi terkait dengan perseroan.

J Resources Asia Pasifik (PSAB) mengelola dan berinvestasi pada bisnis pertambangan emas di wilayah Australasia, melalui anak perusahaannya. Didirikan pada bulan Januari 2002 dengan nama PT Pelita Sejahtera Abadi, dan melakukan IPO pada bulan April 2003. Perusahaan memiliki dua tambang emas yang berlokasi di Penjom (Malaysia), dan Lanut (Sulawesi Utara, Indonesia).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia