Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Naik Lebih dari 2% Didorong Kekhawatiran Badai Francine

Penulis : Indah Handayani
12 Sep 2024 | 04:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak
sumber: Antara
ilustrasi minyak sumber: Antara

HOUSTON, investor.id - Harga minyak naik lebih dari 2% pada Rabu (11/9/2024). Hal itu didorong oleh kekhawatiran akan penutupan produksi yang berkepanjangan di ladang minyak lepas pantai Amerika Serikat (AS) akibat Badai Francine yang bergerak menuju daratan di Louisiana.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent ditutup melonjak US$ 1,42 (2,05%) menjadi US$ 70,61 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS melesat US$ 1,56 (2,37%) menjadi US$ 67,31 per barel.

Kenaikan harga minyak ini terjadi meskipun ada laporan peningkatan persediaan minyak mentah dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu pagi. Menurut EIA, persediaan minyak mentah naik sebesar 833 ribu barel menjadi 419,1 juta barel pada pekan yang berakhir 6 September, sedikit di bawah ekspektasi analis yang memprediksi kenaikan 987 ribu barel dalam survei Reuters.

ADVERTISEMENT

Di pusat pengiriman minyak di Cushing, Oklahoma, persediaan justru turun 1,7 juta barel dalam sepekan.

Analis minyak utama di Kpler Matt Smith mengatakan, kenaikan kecil pada persediaan minyak mentah telah diabaikan karena terjadi penurunan persediaan di Cushing. “Data EIA menunjukkan bahwa persediaan Cushing telah turun dalam 9 dari 10 minggu terakhir, mencapai level terendah sejak awal November tahun lalu,” jelasnya.

Kedua patokan harga minyak tersebut anjlok pada Selasa (10/9/2024). Dengan Brent jatuh di bawah US$ 70, harga terendah sejak Desember 2021. Sementara WTI AS turun ke level terendah sejak Mei 2023. Hal itu terjadi setelah OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan minyak 2024 untuk kedua kalinya.

Gangguan Produksi

Selain itu, kekhawatiran tentang gangguan produksi minyak akibat Badai Francine di AS juga mendukung kenaikan harga minyak.

"Saya memprediksi statistik pekan depan akan dipengaruhi oleh Badai Francine yang mengganggu aliran kapal tanker melalui Teluk Meksiko," ungkap Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.

Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS melaporkan bahwa 39% produksi minyak mentah di Teluk Meksiko dihentikan pada Rabu karena perusahaan-perusahaan mengevakuasi pekerja dari jalur Badai Francine. Selain itu, 49% produksi gas alam dari Teluk juga dihentikan karena badai ini.

Berdasarkan data EIA, Teluk Meksiko yang diatur oleh AS menyumbang sekitar 15% dari total produksi minyak mentah AS dan 2% dari produksi gas alam.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia