Kamis, 14 Mei 2026

Harga Batu Bara Menguat, Ada Apa?

Penulis : Indah Handayani
12 Sep 2024 | 05:49 WIB
BAGIKAN
Pekerja mengambil kerikil di pelabuhan batubara Hanoi, Vietnam pada 23 Februari 2012. (Foto: REUTERS/Kham/Files)
Pekerja mengambil kerikil di pelabuhan batubara Hanoi, Vietnam pada 23 Februari 2012. (Foto: REUTERS/Kham/Files)

Impor batu bara dari negara-negara ini akan tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata hampir 3%, mencapai 170,9 juta metrik ton pada tahun 2030, dibandingkan dengan 140,9 juta ton pada tahun 2023.

Vietnam, khususnya, menonjol karena kebutuhannya yang meningkat akan listrik, yang merangsang permintaan batu bara. Vietnam, di bawah pengelolaan Vinacomin milik negara, berencana mengimpor 66 juta ton batu bara pada akhir tahun, naik dari 47,8 juta ton pada tahun 2023.

Perusahaan mengantisipasi puncak impor pada tahun 2035 sebesar 86 juta ton per tahun, terutama untuk pembangkit listriknya. Filipina mengikuti tren serupa, dengan peningkatan impor sebesar 7,6% dalam delapan bulan pertama tahun 2024.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Montel memberitakan harga gas menguat seiring dengan kemungkinan pasokan LNG dibatasi karena Badai Francine. Meskipun risiko gangguan massal pada terminal ekspor LNG AS telah mereda, badai tersebut masih dapat mempengaruhi Calcasieu Pass (14bcm/tahun) dan Cameron (18bcm/tahun).

Tidak hanya itu, Spink juga menunjuk pada pemeliharaan infrastruktur gas Norwegia yang memberikan tekanan bullish, dengan aliran gas hanya diperkirakan akan kembali normal pada akhir bulan ini, menurut Gassco.

Sebagai informasi, harga gas untuk Oktober naik 2,4% menjadi 36,15 Euro per Mwh.  


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 57 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia