Kamis, 14 Mei 2026

Harga Batu Bara Menguat, Ada Apa?

Penulis : Indah Handayani
12 Sep 2024 | 05:49 WIB
BAGIKAN
Pekerja mengambil kerikil di pelabuhan batubara Hanoi, Vietnam pada 23 Februari 2012. (Foto: REUTERS/Kham/Files)
Pekerja mengambil kerikil di pelabuhan batubara Hanoi, Vietnam pada 23 Februari 2012. (Foto: REUTERS/Kham/Files)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara menguat pada Rabu (11/9/2024). Hal itu karena Asia Tenggara, dengan negara-negara seperti Vietnam dan Filipina, akan mengalami peningkatan impor batu bara. Ditambah lagi, seiring dengan penguatan harga gas.

Harga batu bara Newcastle untuk September 2024 naik US$ 0,25 menjadi US$ 139 per ton. Sedangkan Oktober 2024 terkerek US$ 0,4 menjadi US$ 136 per ton. Sementara itu, November 2024 turun US$ 0,1 menjadi US$ 137,5 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk September 2024 melemah US$ 0,2 menjadi US$ 113,45. Sedangkan, Oktober 2024 naik US$ 1 menjadi US$ 114,15. Sedangkan pada November 2024 meningkat US$ 0,95 menjadi US$ 114,35.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Energynews, Asia Tenggara, dengan negara-negara seperti Vietnam dan Filipina, akan mengalami peningkatan impor batu bara, sementara permintaan China stabil.

Menurut Asosiasi Penambang Batu Bara Indonesia (APBI), impor batu bara dari China dan India dapat mencapai puncaknya pada tahun 2025, yang menandai titik balik bagi pasar global.

Dengan latar belakang ini, negara-negara Asia Tenggara menjadi pasar yang semakin menarik bagi para eksportir.

Impor Batu Bara

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 56 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia