Minggu, 21 Juni 2026

Valuasi Amman Mineral (AMMN) Diungkap, Masih Menarik?

Penulis : Jauhari Mahardhika
20 Sep 2024 | 20:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Foto: Amman)
Kegiatan usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Foto: Amman)

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bakal terdongkrak, seiring tambahan produksi katoda tembaga dengan kapasitas terpasang 220 ribu ton per tahun, peningkatan produksi emas lebih dari 1 juta oz per tahun, dan produk sampingan berupa asam sulfat 835 ribu ton per tahun.

“Penurunan suku bunga juga dapat meningkatkan permintaan,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Sesuai rencana, smelter katoda tembaga baru Amman Mineral mulai beroperasi pada akhir 2024. Smelter tersebut akan mengolah konsentrat dari tambang Batu Hijau, yang saat ini berada di fase 7 dan bakal berlanjut ke fase 8 (per semester I-2024 sebanyak 444 ribu ton atau naik 90% yoy), serta beberapa inventori yang tersedia untuk diolah menjadi katoda.

ADVERTISEMENT

Amman Mineral memperkirakan produksi bijih membutuhkan waktu untuk mencapai kapasitas terpasang, yang akan memproses 900 ribu ton konsentrat tembaga. Perseroan juga menyebutkan potensi koreksi sementara dalam kadar bijih selama masa transisi.

Sebaliknya, RHB memperkirakan operasi smelter emiten berkode saham AMMN tersebut akan memberikan dukungan insentif, seperti penurunan pajak royalti menjadi 2% dari 4% dan keringanan pajak penghasilan, serta kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dari produk dengan kadar yang lebih murni. Alhasil, margin AMMN yang tinggi (EBITDA: 50-65%) tetap terjaga.

“Berdasarkan perhitungan kami seiring pemulihan performa pada semester I-2024, AMMN berpeluang besar mencapai target produksi bijih yang mengandung emas dan tembaga sekitar 40 juta ton, setara dengan produksi konsentrat tembaga sebesar 670 ribu ton dan emas sebanyak 900 ribu-1 juta oz,” ungkap RHB.

Adapun skenario hasil bijih menjadi logam didasari pada pencapaian rata-rata selama tiga tahun terakhir. Sedangkan untuk segmen tembaga, konsentrat yang dihasilkan diperkirakan setara dengan 70-80% dari utilisasi smelter.

Valuasi AMMN Premium? 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 36 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia