Valuasi Amman Mineral (AMMN) Diungkap, Masih Menarik?
AMMN akan terus memanfaatkan inventori yang ada untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, sambil meningkatkan kadar bijih melalui penggalian lebih dalam selama fase 8. AMMN yakin bahwa risiko cuaca seperti yang terjadi pada semester II-2023 tidak akan terulang, sehingga memperkuat AMMN untuk mempertahankan produksi optimal.
“Kami melihat valuasi AMMN saat ini cukup menarik, meski premium,” sebut RHB.
Hal itu dibenarkan oleh beberapa faktor. Pertama, efisiensi operasional lebih baik dibandingkan industri. Kedua, kondisi geologis yang langka, dimana rasio emas terhadap tembaga yang menguntungkan.
Ketiga, sentimen tembaga dengan perkiraan pasokan terbatas di tengah kenaikan permintaan dari industri hijau yang sedang berkembang, seperti kecerdasan buatan (AI), pusat data (DC) dan industri terkait DC, energi terbarukan, elektronik, dan lain-lain.
Mengingat karakteristik tambang yang menguntungkan, valuasi AMMN saat ini menurut RHB relatif wajar. P/E EPS proyeksi 2024-2025 sekitar 44 kali. Nilai wajar AMMN di Rp 12.300 per saham.
“Valuasi berbasis DCF (discounted cash flow) tersebut menunjukkan potensi kenaikan yang solid. Namun, risiko terkait produksi, penundaan proyek ekspansi, dan penurunan harga secara mendadak tetap ada,” pungkas RHB.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






