Valuasi Amman Mineral (AMMN) Diungkap, Masih Menarik?
JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bakal terdongkrak, seiring tambahan produksi katoda tembaga dengan kapasitas terpasang 220 ribu ton per tahun, peningkatan produksi emas lebih dari 1 juta oz per tahun, dan produk sampingan berupa asam sulfat 835 ribu ton per tahun.
“Penurunan suku bunga juga dapat meningkatkan permintaan,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Sesuai rencana, smelter katoda tembaga baru Amman Mineral mulai beroperasi pada akhir 2024. Smelter tersebut akan mengolah konsentrat dari tambang Batu Hijau, yang saat ini berada di fase 7 dan bakal berlanjut ke fase 8 (per semester I-2024 sebanyak 444 ribu ton atau naik 90% yoy), serta beberapa inventori yang tersedia untuk diolah menjadi katoda.
Amman Mineral memperkirakan produksi bijih membutuhkan waktu untuk mencapai kapasitas terpasang, yang akan memproses 900 ribu ton konsentrat tembaga. Perseroan juga menyebutkan potensi koreksi sementara dalam kadar bijih selama masa transisi.
Sebaliknya, RHB memperkirakan operasi smelter emiten berkode saham AMMN tersebut akan memberikan dukungan insentif, seperti penurunan pajak royalti menjadi 2% dari 4% dan keringanan pajak penghasilan, serta kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dari produk dengan kadar yang lebih murni. Alhasil, margin AMMN yang tinggi (EBITDA: 50-65%) tetap terjaga.
“Berdasarkan perhitungan kami seiring pemulihan performa pada semester I-2024, AMMN berpeluang besar mencapai target produksi bijih yang mengandung emas dan tembaga sekitar 40 juta ton, setara dengan produksi konsentrat tembaga sebesar 670 ribu ton dan emas sebanyak 900 ribu-1 juta oz,” ungkap RHB.
Adapun skenario hasil bijih menjadi logam didasari pada pencapaian rata-rata selama tiga tahun terakhir. Sedangkan untuk segmen tembaga, konsentrat yang dihasilkan diperkirakan setara dengan 70-80% dari utilisasi smelter.
Valuasi AMMN Premium?
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






