Demi Nasabah, Adira Finance (ADMF) Rela Laba Turun
JAKARTA, investor.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance melaporkan penurunan laba bersih sebesar 17% sampai dengan kuartal III-2024. Hasil ini diraup perusahaan usai memutuskan tak mentransmisikan penaikan biaya kredit dan beban bunga kepada nasabah.
“Mohon maaf (laba) Adira gak selalu bagus. Kalau Adira mau (laba) bagus, nanti nasabahnya bonyok karena kita naikin lending rate. Jadi, (laba turun) gak apa-apa, ini business cycle yang wajar,” ungkap Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila di Jakarta, pada Kamis (31/10/2024).
Berdasarkan laporan keuangan Adira Finance, laba bersih perusahaan turun 17,00% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2024. Sebagai perbandingan, laba bersih menyusut dari Rp 1,34 triliun menjadi Rp 1,11 triliun. Adapun salah satu penyebabnya adalah peningkatan beban bunga sebesar 34,94% (yoy).
Made menjelaskan, perusahaan lebih banyak melayani segmen nasabah menengah-bawah yang saat ini sedang menghadapi gangguan daya beli dan daya bayar. Siklus perekonomian yang kurang mendukung, ditambah situasi tahun politik yang tak menentu jadi tantangan tersendiri bagi kebanyakan nasabah dan Adira Finance itu sendiri.
Pertama-tama, kata dia, perusahaan memilih berupaya tak mengerek suku bunga ke nasabah, seiring era suku bunga tinggi belakangan ini. Kemudian, ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung membuat perusahaan harus melakukan pencadangan lebih besar sebagai tindakan kehati-hatian. Pada saat sama, perusahaan juga melakukan hapus buku (write off) untuk beberapa portofolio pembiayaan.
“Kalau ekonomi lagi jelek, pencadangan kita naik, itu ada aturannya lah. (Lalu) write off kita naik, jelas, banyak orang tidak mampu (bayar angsuran). Jadi apakah ini selamanya? Enggak, ini kondisi demand dan supply. Ini memang kondisi sedang challenging,” beber Made.
“Kita terima memang situasinya tidak kondusif tahun ini,” kata Made. Ia bilang, tekanan penjualan di industri otomotif ikut berimbas terhadap perusahaan yang 80% portofolionya pembiayaan kendaraan bermotor.
Made mengaku bahwa tahun ini perusahaan rela melewati fase memupuk profitabilitas yang lebih besar. Tapi, perusahaan juga tak berdiam diri menunggu perekonomian kembali membaik. Dalam hal ini, Adira Finance tengah menyiapkan strategi untuk bisa berlari kencang di masa mendatang.
Mesin Pertumbuhan Baru
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



