Demi Nasabah, Adira Finance (ADMF) Rela Laba Turun
Pada kesempatan sama, Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa menerangkan, pada tahun yang menantang ini perusahaan cukup selektif untuk menyalurkan pembiayaan. Hasilnya, pembiayaan baru turun 9% (yoy) menjadi Rp 27,8 triliun sampai kuartal III-2024.
Meski begitu, piutang pembiayaan (termasuk pembiayaan bersama) masih mampu bertumbuh sebesar 7% (yoy) menjadi Rp 56,6 triliun. Didukung pembiayaan syariah baru syariah yang melesat 21% (yoy) menjadi Rp 5,9 triliun dan pertumbuhan pembiayaan baru di segmen non otomotif menjadi Rp 6,8 triliun.
Baca Juga:
Sumber Pendanaan Multifinance Tumbuh 11%“Dengan piutang yang naik 7% tentu pendapatan kita naik (8,9% yoy), tetapi tekanan-tekanan ekonomi makro memberi dampak. Seperti orang mantab (makan tabungan), harga komoditas terganggu, itu menyebabkan misalkan di daerah Sumatera biaya kredit meningkat 38% dan biaya dana meningkat karena suku bunga meningkat,” urai Gani.
Di samping itu, kehati-hatian yang diterapkan perusahaan menghasilkan kualitas aset tetap terjaga di rentang memadai. Pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) termoderasi di level 2,2% pada akhir September 2024.
Gani yakin terhadap prospek ekonomi yang bakal lebih baik di sisa tahun ini dan tahun 2025 mendatang. Pembiayaan baru dipercaya meningkat dari Rp 2,5 triliun per bulan menjadi Rp 3 triliun per bulan sepanjang kuartal IV-2024. Kemudian, ekuitas Adira Finance juga dalam posisi kuat Rp 11,23 triliun untuk mendukung ekspansi usaha ke depan, termasuk prospek bisnis usai menaruh kepemilikan saham di Home Credit dan Mandala Finance (MFIN).
“Mungkin tidak hanya dilihat dari finansial saja, tapi bagaimana future expansion yang kita lakukan,” jelas Gani.
Di samping kinerja keuangan yang tertekan, emiten multifinance bersandi ADMF ini tetap melancarkan perluasan jaringan di seluruh Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa. Gani menjelaskan, wilayah perluasan yang dimaksud seperti Bungku, Lhokseumawe, Flores, dan beberapa daerah lainnya.
ADMF juga memastikan semakin banyak nasabah yang menggunakan layanan digital Adiraku sebagai sarana pembayaran. Jumlah pengguna naik dari 1,0 juta pada tahun lalu menjadi 1,1 juta pengguna. Dalam waktu dekat, perusahaan akan meluncurkan layanan digital terbaru.
“Kita juga ada barang digital (baru) yang nanti November 2024 akan kita undang lagi teman-teman dari media ... Adira sudah bersiap dan menyongsong bisnis baru,” jelas Gani.
Saat ini, Adira Finance juga tengah mempersiapkan mesin pertumbuhan baru, menyusul kesuksesan di segmen pembiayaan motor, mobil, dan cash loan. Segmen yang dimaksud adalah pembiayaan alat berat.
Perusahaan berharap langkah ini akan mampu membuat portofolio perusahaan semakin tangguh dalam situasi menantang sekalipun. Pembiayaan alat berat diungkapkan sudah tumbuh dua kali lipat dengan nominal sekitar Rp 800 miliar. Pertumbuhan dipercaya dapat berlari cepat dengan dukungan afiliasi MUFG dan Bank Danamon (BDMN).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



