Bio Farma Incar Kontrak Ekspor Vaksin Tahun Depan Rp 3 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Bio Farma (Persero) mengincar kontrak baru untuk ekspor vaksin di pasar global senilai total Rp 3 triliun pada tahun depan. Saat ini, Holding BUMN Farmasi tersebut telah mengamankan kontrak ekspor vaksin ke Brasil senilai Rp 1,4 triliun.
Wakil Direktur Utama Bio Farma Soleh Ayubi mengungkapkan, Bio Farma memiliki target besar untuk mendapatkan kontrak baru terkait suplai vaksin di pasar ekspor senilai total Rp 3 triliun. Artinya, capaian kontrak di tangan senilai Rp 1,4 triliun ini baru mencerminkan setengah dari target Bio Farma.
Soleh cukup optimistis dapat mengejar target Rp 3 triliun tersebut. Sebab, dalam rantai pasok farmasi global, Bio Farma berperan penting untuk mendistribusikan vaksin ke pasar ekspor. Tercatat, 700 juta anak di seluruh dunia yang berasal dari 153 negara telah menggunakan vaksin produksi Bio Farma.
“Jadi, (Bio Farma) sangat krusial (bagi negara-negara lain) selain tentunya di Indonesia sendiri. Makanya, kami terus berusaha memperbaiki produk dan memastikan supply chain itu terjamin,” jelas Soleh pada saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jumat (1/11/2024).
Itulah sebabnya, jika pabrik Bio Farma yang berlokasi di Pasteur, Bandung, mengalami gangguan, maka hal itu bisa berdampak kepada 153 negara. “Bukan sesuatu yang mudah, tapi krusial,” imbuh Soleh.
Pabrik Baru
Dia menyebut, saat ini pabrik Bio Farma di Pasteur, Bandung, telah memproduksi vaksin hingga 3,1 miliar dosis dan jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi permintaan, sehingga perseroan bakal membangun pabrik baru untuk menggenjot kapasitas produksi vaksin.
"Kami akan tingkatkan (produksi) beberapa kali lipat dan ini tidak mungkin kami lakukan di pabrik kami yang di Bandung saja. Apalagi, (pabrik) itu dibangun 130 tahun lalu di tengah hutan. Karena itu, kami sedang mencari tempat baru supaya dapat digunakan 50-100 tahun ke depan,” beber Soleh.
Dengan meningkatnya kapasitas produksi, Soleh berharap, dapat meningkatkan pendapatan Bio Farma terutama dari hasil aktivitas suplai ke pasar ekspor. Mengingat, margin dari pasar ekspor cukup tebal.
“Kami punya aspirasi internal untuk ekspor 10 tahun ke depan untuk menaikkan kapasitas produksi sampai 10 kali lipat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, Kementerian BUMN akan terus mengupayakan agar Bio farma bisa menjalin kerja sama dengan banyak pihak di berbagai negara. Harapannya, Bio Farma bisa menjadi salah satu pusat produksi vaksin dunia di mana cikal bakalnya sudah ada.
“Bahkan, kami akan dorong produksinya bisa meningkat lima kali lipat. Berbagai jenis vaksin ada serviks dan lain-lain. Di Inggris, kami tanda tangan dengan salah satu perusahaan Skotlandia untuk kelainan darah. Ini penting,” tutup Erick.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




