Jumat, 15 Mei 2026

Siasat Adira Finance (ADMF) Tahun 2025

Penulis : Prisma Ardianto
17 Nov 2024 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Adira Finance (ADMF). (Investor Daily/Prisma Ardianto)
Ilustrasi Adira Finance (ADMF). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

BANDUNG, investor.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance telah menyusun siasat untuk menghadapi tahun 2025 nanti. Layanan pembiayaan multiguna bernama Danadira dicanangkan jadi senjata pamungkas untuk memastikan perusahaan kembali membukukan pertumbuhan.

“Danadira akan dicoba di Desember 2024 ini untuk existing customers, namun pada 2025 akan lebih umum lagi untuk bisa melayani masyarakat,” ungkap Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa di Bandung, pada Sabtu (16/11/2024).

Dia menerangkan, Danadira adalah suatu aplikasi yang diluncurkan khusus untuk melayani pembiayaan multiguna dari Adira Finance. Nantinya, nasabah akan mendapat fasilitas pembiayaan dengan platon tertentu, yang dapat dicairkan berkali-kali.

“Kita selain membuka akses pinjaman dari cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, layanan Danadira ini juga akan mendukung akses lebih lanjut,” ujar pria yang akrab disapa Gani tersebut.

ADVERTISEMENT

Selain itu, emiten multifinance bersandi ADMF ini juga telah melakukan peluncuran awal produk pembiayaan bernama Solusi Dana yang dirancang memiliki plafon sampai dengan Rp 500 juta. Pembiayaan multiguna ini punya plafon besar supaya dapat digunakan nasabah untuk berbagai macam keperluan seperti keperluan umrah, pendidikan, hingga modal usaha.

Di samping pembiayaan dengan nuansa otomotif, perluasan produk dan layanan pembiayaan non otomotif dari Adira Finance itu diharapkan dapat semakin memenuhi kebutuhan keuangan para nasabah. Langkah ini juga adalah siasat perseroan merespons penjualan di sektor otomotif yang tengah melesu.

Gani mengatakan, pembiayaan ADMF sampai dengan kuartal III-2024 mencatat pembiayaan turun 9% year on year (yoy). Penurunan terjadi di segmen pembiayaan otomotif. Sedangkan perkembangan positif dari pembiayaan non otomotif berhasil mengganjal kontraksi yang cukup dalam. Saat ini, porsi pembiayaan otomotif dan non otomotif masing-masing sebesar 80% dan 20%.

“Tahun depan tetap dua-duanya kita genjot, tapi (pembiayaan) yang non otomotif kita punya harapan lebih tinggi. Kita mengharapkan mendekati porsi 25-30% dari total pembiayaan,” jelas Gani.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila menyatakan, perusahaan harus memandang optimistis tahun 2025. Beberapa indikator yang dinilai jadi kabar baik adalah kepastian investasi yang lebih baik usai tahun politik, daya beli cukup lebih bergairah, dan iklim suku bunga yang kini mulai lebih ramah.

“Juga kesempatan kerja mungkin lebih baik karena proyek infrastrukturnya digeser ke proyek padat karya seperti makan bergizi gratis ... Gaikindo juga telah memproyeksi penjualan mobil 1 juta,” imbuh Made.

Perluasan Pasar

Di samping itu, kata dia, tantangan masih akan dihadapi ADMF ke depan seperti perkembangan ketidakpastian ekonomi global, efektivitas konsolidasi Kementerian/Lembaga pemerintahan baru, serta potensi kaburnya aliran dana asing. Ini jadi penanda bagi Adira Finance bahwa perbaikan bisa jadi tak secepat yang diharapkan.

“Tapi Adira harus hidup. Ada quotes bagus, 'jadi jangan salahkan cuaca, salahkan baju Anda' ... Pusing juga kita, karena cuacanya gak bagus-bagus amat. Jadi kelihatannya kita harus mencari cara baru, cara lama harus kita ubah,” ujar Made.

Cara-cara yang dimaksud Made itu terkait dengan upaya perluasan pasar. Pertama, perluasan pasar dilakukan dengan merancang produk dan layanan baru, yaitu Solusi Dana dan aplikasi Danadira. Ini tentu akan melebarkan sasaran nasabah bagi perusahaan.

Kedua, kata dia, ADMF menyasar nasabah di daerah-daerah yang tengah berkembang. Tahun ini saja, terdapat sekitar 40 daerah baru di wilayah Indonesia Timur yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Ekspansi kita saat ini memang banyak di Indonesia Timur. Di Jawa kita melakukan rotasi, dimana daerah yang tidak prospek kita tutup, di daerah yang kita lihat bagus maka kita buka. Tapi itu gak banyak, lebih banyak buka baru di luar Jawa,” ungkap Made.

HUT ke-34

Di sisi lain, memasuki usia ke-34 tahun, Adira Finance kembali menyatakan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat Indonesia melalui kolaborasi bersama para pelanggan dan mitra strategis. Perayaan kali ini dilaksanakan melalui Festival Pasar Rakyat (FPR) yang bertempat di Pasar Kosambi, Bandung, pada 16-17 November 2024, dengan mengusung tema besar 'Sinergi Bersama Sahabat'.

Melalui rangkaian kegiatan yang inklusif dan inspiratif, Adira Finance berharap dapat mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi, sesuai dengan visi perusahaan untuk “Menciptakan Nilai Bersama Demi Kesejahteraan.”

“Usia 34 tahun merupakan pencapaian penting yang tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan para Sahabat kami—pelanggan, mitra bisnis, dan komunitas. Kami semakin bertekad untuk menjadi perusahaan yang senantiasa relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan solusi finansial yang mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan,” kata Made.

Siasat Adira Finance (ADMF) Tahun 2025
HUT Adira Finance (ADMF) dI Pasar Kosambi, Bandung, pada Sabtu (16/11/2024). (Sumber: istimewa)

Selain itu, Adira Finance bekerja sama dengan mitra strategis seperti PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) dalam menyediakan layanan yang lebih baik, termasuk penyediaan layanan kesehatan, pelatihan literasi keuangan, dan sertifikasi halal untuk pedagang.

“Kami berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dengan memberikan program sertifikasi halal kepada pedagang pasar, sekaligus membantu perbaikan infrastruktur pasar menuju pasar sejahtera (sehat, hijau, bersih, & terawat). Langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang, tetapi juga memperkuat kesiapan bisnis lokal untuk bersaing di era yang semakin memperhatikan aspek halal,” demikian imbuh Head of Syariah Adira Finance, Yusron.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia