WIKA, WSKT, ADCP, & PTPP Tertuju pada Program Tiga Juta Rumah
JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), dan PT PP Tbk (PTPP) mulai menyalakan radar untuk memantau peluang dari program pembangunan tiga juta rumah.
Anggota-anggota BUMN Karya itu merupakan para jagoan di industri konstruksi dengan kompetensi mumpuni dan memiliki sejumlah aset atau portfolio properti yang bisa mendukung program pemerintah tersebut.
WIKA dan Waskita, misalnya. Keduanya memiliki anak usaha yang bergerak di bidang properti atau real estate yaitu WIKA Realty dan Waskita Realty. Sedangkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mempunyai ADCP sebagai anak usaha di sektor properti berkonsep transit oriented development (TOD), dan PTPP memiliki anak usaha di sektor pengembangan properti, PT PP Properti Tbk (PPRO).
Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menyatakan, WIKA siap mendukung program tiga juta rumah sebagai bagian dari implementasi agent of development yang melekat pada diri WIKA. “Apabila pemerintah membutuhkan kontribusi WIKA dalam program tersebut, tentu WIKA siap mendukung program tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (28/11/2024).
Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho juga menyampaikan, program membangun tiga juta rumah dalam setahun merupakan angka yang besar, sehingga pasti akan membutuhkan perusahaan jasa konstruksi. “Jadi, harapannya Waskita akan masuk atau berkontribusi untuk program tiga juta rumah tersebut,” jelas pria yang dekat disapa Oho itu dalam konfrensi pers.
Menurut Oho, program tiga juta rumah nantinya terbagi dalam dua kategori. Pertama, satu juta rumah bertipe high-rise di perkotaan dan 2 juta rumah di pedesaan. Untuk di perkotaan, Waskita mempunyai rumah susun (rusun) di Klender dan di Kemayoran.
Ada pula, 54 high-rise di depan kantor Gubernur Palembang yang tentunya bisa berkontribusi untuk mengejar target Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). “Jadi, memang ada beberapa kelas middle up dan middle low. Tapi, lokasinya masih kami perlu petakan lebih awal. Karena bagaimanapun, hal ini menjadi perhatian kami terkait availability hunian masyarakat,” ujar Oho.
Direktur Business Strategic, Portofolio & Human Capital Waskita Karya Rudi Purnomo menambahkan, Waskita sudah menyampaikan beberapa aset perseroan yang idle kepada Menteri PKP Maruarar Sirait. Proses saat ini, tinggal menunggu skema selanjutnya seperti apa.
“Jadi, kami sudah menyiapkan beberapa percontohan karena ini middle low, kami juga akan coba secara cost bisa memberikan kontribusi yang cukup ekonomis. Tapi, secara fungsi akan memberikan kelayakan. Ini yang sedang kami create,” ungkap Rudi.
ADCP dan PTPP
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






