Jumat, 15 Mei 2026

Astra (ASII) Lolos Uji, Rekomendasi Sahamnya Dinaikkan

Penulis : Jauhari Mahardhika
1 Des 2024 | 19:03 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)
Kantor PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 2,2% yoy menjadi Rp 246,3 triliun sepanjang Januari-September 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 240,9 triliun. Laba bersih naik 0,4% yoy menjadi Rp 25,85 triliun dari Rp 25,69 triliun, sebelum penyesuaian nilai wajar atas investasi di GOTO dan Hermina (HEAL).

“Meskipun angka-angka tersebut bukan merupakan pertumbuhan yang kuat, Astra (ASII) menunjukkan bahwa perseroan dapat mempertahankan kinerja yang stabil di tengah pelemahan pasar mobil grosir domestik,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer dalam risetnya.

Astra melaporkan penurunan penjualan mobil sebesar 15% yoy selama Januari-September 2024 menjadi 357 ribu unit dari 420 ribu unit. Itu sejalan dengan penurunan total penjualan mobil domestik menjadi 633 ribu unit dari 756 ribu unit.

ADVERTISEMENT

Meskipun ada kontribusi yang relatif lebih kuat dari penjualan sepeda motor dan komponen otomotif, laba bersih segmen otomotif emiten berkode saham ASII tersebut turun 7% yoy atau sekitar Rp 670 miliar. “Namun, ada alasan untuk tetap optimis karena penjualan mobil ASII pada kuartal III-2024 yang sebanyak 126 ribu unit lebih tinggi dari kuartal I dan II,” jelas Axell.

Sementara itu, angka penjualan mobil domestik pada Oktober yang sebanyak 77 ribu unit juga merupakan tertinggi di antara bulan-bulan lain pada tahun ini. Penurunan suku bunga BI yang berpotensi menjadi faktor utama memicu harapan menguatnya pasar mobil di Indonesia.

Di sisi lain, segmen lainnya mengimbangi kinerja segmen otomotif yang kurang baik. Segmen bisnis ASII lainnya telah membantu perseroan mempertahankan kinerja yang stabil hingga kuartal III-2024. Tercatat, segmen jasa keuangan berkinerja paling baik dengan peningkatan laba bersih Rp 373 miliar atau naik 6% yoy.

“Peningkatan laba terutama ditopang oleh kontribusi yang lebih tinggi dari pembiayaan konsumen pada portofolio pinjaman yang lebih besar,” sebut dia.

Segmen HEMCE (alat berat, pertambangan, konstruksi, & energi) di bawah PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mencatatkan kinerja stabil, dengan kenaikan laba bersih sebesar 1% yoy, meskipun penjualan alat berat melemah dan harga jual rata-rata (ASP) batu bara turun.

“Faktor-faktor tersebut diimbangi oleh kuatnya permintaan untuk kontrak pertambangan dan kenaikan harga emas yang sangat tinggi,” ungkap Axell.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia