Jumat, 15 Mei 2026

Erick Thohir Perintahkan Beli Pesawat Boeing, Garuda (GIAA) Punya Cadangan Uang Segini

Penulis : Muawwan Daelami
5 Des 2024 | 19:44 WIB
BAGIKAN
Menteri Erick Thohir dalam konferensi pers di Kementerian BUMN. Foto/BUMN
Menteri Erick Thohir dalam konferensi pers di Kementerian BUMN. Foto/BUMN

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir memerintahkan maskapai pelat merah seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Citilink, dan Pelita Air untuk membeli lebih banyak pesawat asal produksi Amerika Serikat (AS), Boeing. Garuda sendiri memiliki cadangan uang muka untuk pembelian pesawat per 30 September 2024 total sebesar Rp 494 miliar.

Perintah Erick itu disampaikan seusai dirinya menjamu perwakilan pebisnis AS, Kamala Shirin Lakhdhir dan perwakilan pihak Boeing di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/12/2024). Lawatan balik pengusaha AS tersebut merupakan tindak lanjut dari roadshow Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara termasuk AS beberapa waktu lalu.

Erick berhasrat untuk bisa menjalin kerja sama pembelian pesawat dengan Boeing lantaran Indonesia setelah pandemi covid-19 hanya mempunyai 390 pesawat, kurang dari yang dimandatkan sebanyak 700 pesawat. “Jadi, solusi-solusi ini mau tidak mau harus bekerjasama apakah dengan Boeing, Airbus, ataupun Comac dari China ataupun pesawat dari Rusia,” ucap dia dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Kamis (12/5/2024).

ADVERTISEMENT

Di antara daftar lessor pesawat tersebut, Erick tampak cenderung memprioritaskan maskapai-maskapai BUMN untuk membeli pesawat Boeing alih-alih lessor yang lain. Alasannya, di samping ingin menyeimbangkan neraca perdagangan dengan AS, Ketua Umum PSSI itu juga melihat kerja sama dengan Boeing dapat menghubungkan BUMN ke pasar AS.

Namun sebelum itu, dirinya ingin memastikan lebih dulu peta jalan (roadmap) pengadaan, leasing company dan lain-lainnya agar hubungan dagang antara Indonesia-AS berjalan lebih baik. “Jadi, saya tawarkan bagaimana misalnya Exim Bank, leasing company-nya bisa bernegosiasi langsung dengan Garuda, Citilink, dan Pelita. Tetapi, sesuai dengan roadmap masing-masing maskapai,” imbuh Erick.

Jumlah Pesawat Garuda

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Garuda Indonesia per 30 September 2024, emiten berkode saham GIAA itu mempunyai pencadangan atas uang muka untuk pembelian pesawat total sebesar Rp 494 miliar yang masing-masing terdiri dari Rp 383,49 miliar untuk uang muka pembelian pesawat Boeing, Rp 77,59 miliar untuk uang muka pesawat Airbus, dan Rp 33,13 miliar untuk uang muka pembelian pesawat ATR 72-600.

GIAA tercatat mempunyai sebanyak 159 pesawat sampai periode September 2024. Jumlah itu menurun drastis dari jumlah sebelumnya yang sebanyak Rp 210 pesawat. Penurunan paling dalam terjadi ketika pandemi (2021-2022). Karenanya, Garuda Indonesia akan terus melakukan optimalisasi atas armada dan rencana armada yang ada.

Terkait perintah membeli pesawat Boeing, pada 12 September 2014, GIAA pernah menandatangani perjanjian pembelian dengan Boeing untuk pembelian 50 pesawat Boeing 737 Max 8. Kemudian, sampai 31 Desember 2021, Garuda masih memiliki sisa 49 unit yang belum dikirimkan Boeing sesuai jadwal pengiriman.

Belum terkirimnya sisa pesawat Boeing tersebut merupakan imbas dari insiden yang menimpa pesawat Boeing 737 Max 8. Namun, pada 16 April 2021, GIAA justru meminta agar seluruh produksi termasuk pengiriman pesawat Boeing 737 Max 8 dihentikan.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia