Saham Emiten Grup Agung Sedayu & Salim Saingi Sinar Mas
JAKARTA, investor.id – Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2, perusahaan properti besutan Agung Sedayu dan Salim Group, mencetak nilai kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp 287 triliun per 6 Desember 2024.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), market cap saham PIK2 (PANI) berhasil melampaui saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang senilai Rp 273 triliun. Dengan demikian, PANI naik ke peringkat 9 di jajaran 10 saham dengan nilai market cap terbesar. Sedangkan TLKM turun ke peringkat 10.
Setelah menggeser posisi TLKM, PANI kini menempel ketat saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Saat ini, DSSA berada di peringkat 8 dengan market cap mencapai Rp 289 triliun. Itu berarti hanya selisih Rp 2 triliun dengan PANI.
Sementara itu, peringkat 1 masih ditempati saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dengan market cap sebesar Rp 1.230 triliun. Peringkat 2 adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan market cap Rp 1.137 triliun dan peringkat 3 yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 750 triliun.
Baca Juga:
Saham ADRO Kemurahan, Harusnya SeginiSelanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di peringkat 4 dengan market cap Rp 691 triliun, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di peringkat 5 senilai Rp 662 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI di peringkat 6 sebesar Rp 647 triliun.
Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di peringkat 7, market cap Rp 575 triliun. Sisanya DSSA, PANI, dan TLKM masing-masing di peringkat 8, 9, dan 10.
Berikut adalah top 10 saham dengan market cap terbesar di BEI, Jumat (6/12/2024):
1. BBCA Rp 1.230 triliun.
2. BREN Rp 1.137 triliun.
3. TPIA Rp 750 triliun.
4. AMMN Rp 691 triliun.
5. BYAN Rp 662 triliun.
6. BBRI Rp 647 triliun.
7. BMRI Rp 575 triliun.
8. DSSA Rp 289 triliun.
9. PANI Rp 287 triliun.
10. TLKM Rp 273 triliun.
Revisi Target IHSG dan Rekomendasi Saham
BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan, meski 65% perusahaan dalam cakupan risetnya melaporkan perolehan laba kuartal III-2024 yang sesuai ekspektasi, hasil keseluruhan tetap mengecewakan, terutama di beberapa sektor yang berfokus pada pasar domestik seperti barang konsumen, telekomunikasi, dan semen.
Akibatnya, proyeksi pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) tahun 2024 dan 2025 diturunkan menjadi 2,4% dan 9,3%.
“Penurunan pertumbuhan pendapatan dan laba operasi di sebagian besar sektor yang berfokus pada pasar domestik mengharuskan kenaikan harga pada kuartal IV-2024 untuk memulihkan margin,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi dalam risetnya.
Sejalan dengan revisi prospek pertumbuhan laba per saham (EPS), BRI Danareksa Sekuritas telah menurunkan target indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun ini menjadi 7.448. Target tersebut berdasarkan P/E multiple sebesar 13 kali atau setara standar deviasi (SD) -0,5 dari rata-rata 5 tahun. Adapun target bull/bear di level 7.700/7.200.
Baca Juga:
Saham ITMG dan PTBA Hold Dulu, ADRO?BRI Danareksa Sekuritas lebih memilih eksposur di sektor defensif dan berkualitas, yaitu Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Indosat (ISAT), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Medikaloka Hermina (HEAL).
Rekomendasi untuk saham ICBP, ISAT, MAPI, dan HEAL adalah beli. Target harga ICBP dipatok sebesar Rp 14.000, ISAT Rp 3.800, MAPI Rp 2.000, dan HEAL Rp 2.000.
Kemudian, emiten dengan perbaikan laba seperti GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan emiten dengan lindung nilai dolar AS, yakni United Tractors (UNTR). Rekomendasi untuk saham GOTO dan UNTR juga beli. Target harga GOTO Rp 90 dan UNTR Rp 31.000.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






