Wall Street Jatuh Serempak, Saham Teknologi Berguguran
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street jatuh serempak pada Senin (9/12/2024). Hal itu karena saham teknologi berguguran di saat investor menanti data inflasi penting yang akan dirilis pekan ini.
Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average anjlok 240,59 poin (0,54%) menjadi 44.401,93. S&P 500 turun 0,61% ke 6.052,85, sementara Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, tergelincir 0,62% menjadi 19.736,69.
Saham Nvidia turun 2,6% setelah regulator China mengumumkan penyelidikan terhadap potensi pelanggaran undang-undang antimonopoli oleh perusahaan tersebut. Nvidia, yang dikenal sebagai pemimpin dalam perdagangan chip kecerdasan buatan (AI), telah mencatat kenaikan harga saham lebih dari 180% sepanjang 2024.
Saham Advanced Micro Devices (AMD) juga tertekan, turun 5,6% setelah Bank of America menurunkan peringkat sahamnya dari ‘beli’ menjadi ‘netral’. Bank tersebut menyebutkan risiko kompetitif yang lebih tinggi dari dominasi Nvidia di pasar AI sebagai alasan utama penurunan peringkat ini.
Selain itu, saham raksasa teknologi lain seperti Meta Platforms dan Netflix turut melemah, semakin membebani kinerja indeks Nasdaq.
Harga bitcoin juga mengalami pelemahan, menandakan investor mengurangi minat terhadap aset berisiko. Sebelumnya, bitcoin mencatat rekor tertinggi, melampaui US$ 100 ribu untuk pertama kalinya pada pekan lalu.
Rekor Tertinggi Penutupan
Penurunan ini terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi penutupan sepanjang masa (all time high/ATH) pada Jumat sebelumnya, masing-masing naik 1% dan 3,3% sepanjang pekan lalu. Namun, Dow Jones menjadi satu-satunya indeks yang melemah pekan lalu, turun 0,6%.
Kepala Strategi Investasi di CFRA Research Sam Stovall menyatakan, meskipun ada tekanan seperti penyelidikan China terhadap Nvidia, pasar tetap menunjukkan tren naik secara keseluruhan. "Berita seperti ini memang menciptakan hambatan, tetapi tidak akan menghentikan kenaikan hingga akhir tahun," ujar Stovall.
Kini, investor menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk November yang akan diumumkan pada Rabu (11/12/2024). Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan bulanan sebesar 0,3% dan tahunan sebesar 2,7%, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang masing-masing mencatat 0,2% dan 2,6%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






