Jumat, 15 Mei 2026

Saham ADRO Kasih Cuan Bertubi-tubi

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Des 2024 | 09:54 WIB
BAGIKAN
Alamtri Resources Indonesia (ADRO). Ist
Alamtri Resources Indonesia (ADRO). Ist

JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – dahulu bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk – tampaknya sejauh ini berhasil membuat senang pelaku pasar modal dengan cuan yang bertubi-tubi.

ADRO baru saja membayarkan dividen super jumbo Rp 41,7 triliun atau Rp 1.358,18/saham pada Jumat, 6 Desember 2024 pekan lalu. Dividen tersebut bisa dipakai pemegang saham ADRO yang berhak untuk menebus saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melalui mekanisme penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).

Harga tebus saham AADI lewat PUPS ditetapkan Rp 5.960/saham. Kini, per sesi I 10 Desember sekitar pukul 09.48 WIB, saham AADI sudah ada di Rp 11.200 (+17,28%).

ADVERTISEMENT

Jika sudah ada investor ADRO yang menebus haknya, dan telah mendapat saham AADI, maka potensi gain-nya sudah mencapai 87%.

Di sisi lain, saham Alamtri (ADRO) akhirnya bangkit. Di sesi I per pukul 09.50 WIB hari ini, saham ADRO di posisi Rp 2.830 (+5,22%). Bahkan kemarin di 9 Desember, ADRO melonjak 16,52%. Potensi lonjakan saham ADRO juga disebut masih tinggi ke depan.

Alamtri, dahulu bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk, kini masuk ke era baru dengan berfokus ke bisnis mineral dan green. ADRO melepas bisnis batu bara termal lewat divestasi Adaro Andalan Indonesia (AADI) dengan menjual sebanyak-banyaknya 7 miliar saham AADI ke pemegang saham ADRO di harga Rp 5.960/saham.

Sucor Sekuritas dalam ulasannya yang dipublikasikan pada 2 Desember 2024 menilai Alamtri Resources Indonesia (ADRO) adalah salah satu pemain terbesar di sektor energi terbarukan.

“Kami mengantisipasi bahwa setelah ADRO mendapatkan izin ekspor untuk proyek panel surya berkapasitas 0,4 GW di Batam, valuasinya akan meningkat secara signifikan. Hal ini juga didukung oleh kemajuan yang diharapkan dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 1,3 GW,” sebut Sucor Sekuritas.

“Penurunan harga saham ADRO yang terjadi baru-baru ini telah menurunkan valuasinya secara signifikan, sehingga semakin menarik bagi investor. Meskipun kami yakin kenaikan harga saham ADRO mungkin tidak berbentuk v, namun kami yakin hal ini layak untuk ditunggu ketika kami mempertimbangkan masa depan bisnisnya serta valuasi saat ini,” sambung Sucor Sekuritas.

Target Harga

Sucor Sekuritas memandang Alamtri Resources Indonesia (ADRO) memiliki posisi yang baik untuk menjadi salah satu penyedia energi terbarukan terkemuka di Indonesia, dengan total kapasitas energi terbarukan sebesar 1,7 GW yang saat ini sedang dikembangkan, yang terdiri dari 1,3 GW dari pembangkit listrik tenaga air dan 0,4 GW dari pembangkit listrik tenaga surya.

“Pembangkit listrik tenaga air yang 50% sahamnya dimiliki ADRO diharapkan dapat menghasilkan rata-rata ROE yang kuat sebesar 31%. Selain itu, pembangkit listrik tenaga surya tersebut diproyeksikan mengekspor listrik ke Singapura dengan perkiraan biaya US$ 0,25 per kWh,” jelas Sucor Sekuritas.

Analisis valuasi Sucor Sekuritas memperkirakan net present value (NPV) dari proyek-proyek energi terbarukan itu sebesar US$ 4,2 miliar, yang menyiratkan kelipatan EV/EBITDA yang menarik sebesar 3,7x dan IRR sebesar 15%.

Investasi energi terbarukan ini diperkirakan akan memberikan peningkatan signifikan sebesar 56% terhadap valuasi perusahaan, menyoroti kepentingan strategis dan potensi finansialnya. “Oleh karena itu kami tegaskan kembali rating buy kami dengan TP Rp 4.500,” pungkas Sucor Sekuritas.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia