Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Terus Melaju Ditopang Ketidakpastian Geopolitik dan Kebijakan PBoC

Penulis : Indah Handayani
10 Des 2024 | 11:52 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas
Sumber; Antara
Ilustrasi harga emas Sumber; Antara

Dari sisi ekonomi AS, Andy mengatakan, data Nonfarm Payrolls (NFP) yang dirilis Jumat lalu menunjukkan penambahan 227.000 pekerjaan baru pada bulan November, melebihi ekspektasi pasar sebesar 200.000. Namun, tingkat pengangguran yang meningkat menjadi 4,2% dari 4,1% memberikan sinyal bahwa The Fed kemungkinan besar akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan pekan depan.

“Harapan ini menekan penguatan Dolar AS, memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan tren kenaikannya,” jelas Andy.

Selain itu, lanjut Andy, survei awal University of Michigan untuk bulan Desember mencatat peningkatan sentimen konsumen AS menjadi 74,0 dari 71,8 di bulan sebelumnya, sementara ekspektasi inflasi satu tahun naik menjadi 2,9% dari 2,6%. Meskipun data ini menunjukkan prospek ekonomi yang lebih optimistis, pernyataan dari pejabat The Fed memberikan gambaran kebijakan yang lebih longgar.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack menyatakan bahwa kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin terjadi jika tekanan inflasi kembali meningkat.

Dari perspektif teknikal, Andy menyebut, tren bullish emas kemungkinan akan bertahan selama sentimen pasar terus didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan prospek pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Namun, volatilitas tetap menjadi perhatian utama, terutama jika data ekonomi mendatang atau perkembangan geopolitik memberikan kejutan yang tidak terduga.

Secara keseluruhan, Andy mengatakan, emas tetap menjadi pilihan investasi yang menarik bagi para pelaku pasar di tengah situasi global yang tidak menentu. “Dengan proyeksi harga yang berpotensi menyentuh level 2.674 dan dukungan fundamental yang kuat, logam mulia ini diperkirakan akan terus menarik perhatian sebagai aset safe-haven utama,” tutup Andy.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia